Rupiyanto: Usia Produktif Harus Mandiri

SINTANG- Setiap usia produktif yang berada di Desa Jerora Satu, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, harus mempunyai penghasilan dua juta rupiah sebulan. Jika dalam satu rumah ada 3 orang usia produktif, maka setiap rumah tangga dapat menghasilkan 6 juta rupiah per bulan.

Ketahanan pangan dan ketahanan ekonomi rumah tangga serta menumbuh-kembangkan mata pencaharian berbasis potensi sumber daya alam, teknologi modern dan jasa serta ekonomi kreatif lainnya menjadi pilihan wajib yang ketrampilannya harus dimiliki warga. 

Demikian Bertolomius Rupiyanto S. Sos., M.AP, mantan Kepala Desa Jerora Satu periode 2014 – 2020, saat berdiskusi dengan Suherman, SE selaku Koordinator Center for Integrated Services of SMEsCo, Pusat Layanan Usaha Terpadu – Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM) Prov. Kalbar yang juga Tenaga Ahli Pendamping Bidang Pemasaran, dan Anton Juniardi, SE selaku Tenaga Ahli Pendamping Bidang Sumber Daya Manusia, Sabtu 5 Juni 2021, di Sintang.

Sektor pertanian Hulu dan Hilir yang perlu dibenahi di Desa Jerora Satu

Menurut Rupiyanto, yang kembali mencalonkan diri untuk periode kedua memimpin Desa Jerora Satu, penjajakan kerjasama untuk membangun Desa Jerora Satu ini sebagai komitmen Rupiyanto yang ingin desanya maju dan berkembang setara dengan perkembangan desa-desa mandiri lainnya. “Kalau diperiode pertama lalu, saya lebih banyak menumbuhkembangkan sektor SDM, manajemen perkantoran dan membangun kepercayaan publik serta stakeholder, maka di periode kedua ini nanti saya lebih menekankan pentingnya membangun jaringan kerjasama,”ujar Rupiyanto.

Desa Jerora Satu secara administratif termasuk kedalam wilayah Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang. Sebelumya Desa Jerora Satu merupakan salah satu anak dari Kelurahan Tanjung Puri yang pada tahun 2014 sesuai Perda No. 10 Tahun 2011 dimekarkan menjadi Desa Jerora Satu.

Luas wilayah Desa Jerora Satu  270 Km2. Secara topologi tergolong dataran tinggi dengan jumlah jiwa sekitar 1.608 jiwa dan 434 kk. Mempunyai 5 Dusun yaitu Dusun Lebak Nangka, Dusun Serabu, Dusun Tembawi Sirih, Dusun Pekau dan Dusun Tongkang.

Karena menyandang status Desa Mandiri harus memenuhi Indeks Desa Membangun (IDM) yang Indeks Kompositnya dibentuk berdasarkan tiga indeks yaitu Indeks Ketahanan Sosial, Indeks Ketahanan Ekonomi dan Indeks Ketahanan Ekologi/Lingkungan.

Suherman, SE selaku Koordinator Center for Integrated Services of SMEsCo, Pusat Layanan Usaha Terpadu – Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM) Prov. Kalbar, mengemukakan, sedari awal pihaknya memang ingin membangun kerjasama dengan Desa karena Desa langsung bersinggungan dengan kegiatan ekonomi kerakyatan. “Sektor UMKM yang ada di Desa hingga saat ini belum terdampingi dengan benar,”ujar Suherman.

Sementara itu Anton Juniardi, SE selaku Tenaga Ahli Pendamping Bidang Sumber Daya Manusia mengemukakan, langkah yang diambil mantan Kepala Desa Jerora Satu  untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM yang ada di wilayahnya sudah tepat. “Ekonomi kerakyatan akan tangguh, jika masyarakat sudah menyadari potensi yang dimiliki baik SDA maupun SDM nya, sehingga masyarakat menjadi maju, mandiri dan sejahtera,”ujar Anton.

Dikemukakan Rupiyanto, bidang pertanian cukup menonjol di Desa Jerora Satu ini, salah satu produk pertanian unggulannya  adalah komoditi jagung manis, yang mana jagung manis produk Desa Jerora Satu sudah banyak diminati masyarakat di wilayah Kabupaten Sintang.

Beberapa usaha yang mulai tumbuh di Desa Jerora Satu diantaranya Jajanan Hits Sintang (JAHISS) yang produknya Kripang (Kripik Pangsit) dan Keripik Molreng (Cimol Goreng), Kripik Tempe Mak Maulana, Madu Kelulut, elektronik Dewes Deker. Ada juga bengkel pandai besi Mandau Tudas yang membuat aneka jenis peralatan pertanian.

Komoditi jagung manis, Zea mays saccarata Linn, unggulan Desa Jerora Satu

Sebagaimana diketahui, acuan pembangunan pedesaan sekarang ini terkait status kemajuan dan kemandirian desa merujuk pada Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 2 Tahun 2016 tentang Indeks Desa Membangun (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 300). Selain itu Surat Keputusan Dirjend Pembangunan dan Pemberdayaan Masyrakat Desa Kemendes PDT dan Daerah Tertinggal Nomor 52 Tahun 2018 Tentang Perubahan Atas Keputusan Dirjend Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Nomor 030 Tahun 2016 Tentang Status Kemajuan dan Kemandirian Desa 300).

Ditingkat provinsi, dipertegas dengan Peraturan Gubernur Nomor 1 Tahun 2019 Tentang Percepatan Peningkatan Status Kemajuan dan Kemandirian Desa (Berita Daerah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2019 Nomor 1).

Oleh karena itu cukup jelas, semua desa diajak untuk memacu kegiatan pembangunannya dengan menuju status Desa Mandiri yang harus memenuhi Indeks Desa Membangun (IDM) yang Indeks Kompositnya dibentuk berdasarkan tiga indeks yaitu Indeks Ketahanan Sosial, Indeks Ketahanan Ekonomi dan Indeks Ketahanan Ekologi/Lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code