Tanaman Mengkuang Bahan Baku Pembuatan Caping

PONTIANAK- Mata rantai kegiatan usaha rumahan pengrajin Caping/Tarinak/Tanggoi di Kampung Caping dapat terhenti jika tidak ada kepastian dan keteraturan pasokan bahan baku daun Mengkuang yang berasal dari Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.

Ketersediaan bahan baku yang tidak pasti ini sangat mengganggu para pengrajin Caping di Kampung Caping, Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, sehingga serapan pasar terkait produk, produksi dan produktivitas kerajinan tangan Caping ini tidak terpenuhi.

Suhaini, salah seorang pengrajin Caping mengemukakan, kendala utama rendahnya produksi dan produktivitas pembuatan Caping ini karena posisi pengrajin pasif menunggu datangnya pasokan daun Mengkuang dari para pengumpul yang juga pedagang daun Mengkuang di Kabupaten Kubu Raya. “Jika tidak ada bahan baku, maka dengan sendirinya kami tidak bisa berproduksi,”ujar Suhaini.

Tanaman Mengkuang (Pandanus artocarpus Griff)

Pihak pengelola Kampung Caping, Alamulhuda selaku inisiator dan Koordinator Relawan Kampung Caping dan Beni Tanheri selaku Koordinator Penggerak Relawan Muda Kampung Caping membenarkan keluhan para pengrajin Caping yang berjumlah sekitar 59 orang. “Kami sedang mencari solusi ketergantungan bahan baku dari para pengumpul dengan para pengrajin rumahan Caping ini,”ujar Alamulhuda.

Dikemukakan Beni Tanheri, salah satu solusi yang akan diambil diantaranya membentuk wadah Koperasi, sehingga dengan kelembagaan Koperasi ini aspek hulu dari ketersediaan bahan baku dapat teratasi karena ada pembagian tugas. “Sektor ketersediaan bahan baku akan ditangani kaum lelaki untuk mencari daun Mengkiang. Sedangkan yang mengolah dan membuat menjadi Caping kaum perempuan yang ada di Kampung Caping ini,”ujar Beni Tanheri.

Sebagaimana diketahui habitat atau penyebaran tanaman Mengkuang (Pandanus artocarpus Griff) ini ada di perairan air tawar.  Mengkuang merupakan tanaman pandan yang mudah ditanam, cepat tumbuh, berdaur pendek, tidak memerlukan perawatan khusus, dan tahan terhadap hama dan penyakit.

Di Kalimantan barat, Mengkuang dimanfaatkan setelah umurnya kurang lebih tiga tahun sebagai bahan baku produk kerajinan, sebenarnya daunnya tidak hanya dapat dibuat Caping, tetapi dapat digunakan sebagai bahan baku aneka kerajinan lainnya bagi yang kreatif seperti tikar, keranjang, tudung saji dan lainnya. Keunikan daun Mengkiang ini ukuran daunnya panjang antara 2 sampai 3 meter dengan lebar 8 – 12 centimeter.

Di habitatnya, tanaman Mengkuang (Pandanus artocarpus Griff) ini, bagi para penggiat lingkungan memasukannya menjadi tanaman yang cocok untuk memperkuat basis tanah daerah aliran sungai (DAS) yang terancam erosi.

Yang diambil untuk membuat aneka kerajinan adalah daun Mengkuang yang cukup tua. Disayat pada pangkal helai daun. Setiap pohon Mengkuang, biasanya diambil paling banyak delapan helai daun tuanya. Tidak semua orang mahir mengambil daun Mengkuang karena pada tulang belakangnya terdapat duri disepanjang daunnya. Selanjutnya, daun-daun Mengkuang tersebut dilayur di atas bara api kecil hingga layu. Ada juga perlakuan daun-daun itu tidak dilayur, tetapi dijemur sampai kering dan layu.

Menurut Alamulhuda, jika ada motor air, maka pasokan bahan baku daun Mengkuang dapat diatasi karena tanaman Mengkuang ini tumbuh di aliran sungai Kapuas dan Sungai Landak serta anakan sungai lainnya.

Meski ada pandemi Covid-19, pembuatan caping kaum perempuan ini tetap berjalan meski tak sebanyak sebelumnya.  “Bahkan ada kaum pria yang terdampak pemutusan hubungan kerja mulai beralih membuat caping,”ujar Ben Tanhari.

Usaha pengrajin Caping ini dapat menunjang perekonomian keluarga terdampak Covid-19. "Serapan pasar untuk produk Caping ini tak terhingga karena penggunaan utama Caping adalah kelompok usaha petani di Kalbar dan bahkan dikirim keluar ,”ujar Alamulhuda.

 Setiap pengrajin dalam kegiatan produksi Caping minimal memerlukan 12 ikat daun Mengkuang.  Sepekan setiap pengrajin bisa menyelesaikan minimal 20 buah Caping yang harga jualnya sekitar Rp 15 ribu.

Suherman selaku tenaga ahli PLUT-KUMKM Prov. Kalbar berharap ada solusi yang bisa membantu agar pasokan bahan baku Caping dari daun Mengkuang yang terdapat di perairan air tawar Kabupaten Kubu Raya ini bisa selalu tersedia, sehingga ikon baru yang mengangkat potensi wisata di Kota Pontianak seperti Kampung Caping ini semakin berperan optimal mengundang wisatawan untuk datang ke Kalimantan Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code