Kampung Caping Angkat Kearifan Dan Waterfront Pontianak

PONTIANAK- Kampung Caping mungkin boleh disebut sebagai cikal bakal salah satu potret hidup dan kehidupan industri pariwisata berbasis waterfront city yang mempertahankan makna ekologi, sosial, ekonomi dan identitas yang coba menyelaraskan alam area hijau kawasan daratan dengan pesona Sungai Kapuas.

Jika ada konsistensi sistem pengelolaan Kampung Caping yang terpadu dengan mixed used waterfront, recreation waterfront, residential waterfront dan working waterfront, maka dipastikan Kampung Caping ini menjadi role model pembangunan terpadu pinggir sungai yang patut dibanggakan warga Kalimantan Barat.

Demikian benang merah temu lapangan antara Dinas Koperasi UKM Prov. Kalbar dengan pihak pengelola Kampung Caping, Senin 24 Mei 2021 yang berlokasi di Gang Mendawai Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak.

Pihak pengelola Kampung Caping, hadir Alamulhuda selaku inisiator dan Koordinator Relawan Kampung Caping dan Beni Tanheri selaku Koordinator Penggerak Relawan Muda Kampung Caping. Sedangkan dari pihak Dinas Koperasi UKM Prov. Kalbar diantaranya Resmiguno selaku Kepala Bidang Perizinan dan Kelembagaan, Veronika Eka Purwanti selaku Kasi Pengembangan Penguatan dan Perlindungan Koperasi yang juga Koordinator Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID)-Dinas Koperasi UKM Prov. Kalbar. Katharina selaku Tim PPID dan Analisis Monev Pelaporan Data Koperasi UMKM. Turut mendampingi Suherman dan Rommy Hermanto,  selaku Tenaga Ahli Pendamping Center for Integrated Services of SMEsCo, PLUT-KUMKM Prov. Kalbar, Novi Estikawaty, Oktarina Dwi Kusumawardani dan intan Maulani selaku Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan.

Disebut Kampung Caping, ujar Alamulhuda, karena kaum perempuan yang bermukim di pinggir Sungai Kapuas, khususnya di Kelurahan Bansir Laut, kesehariannya membuat Caping sebagai usaha rumahan kerajinan tangan. Caping berbentuk bundar kerucut yang dikenakan pada kepala sebagai alas penutup terik matahari atau hujan.

Menurut Alamulhuda, inisiatif mencanangkan kawasan pinggiran Sungai Kapuas persisnya di Kelurahan Bansir Laut ini karena salah satu mata pencaharian memproduksi Caping ini sudah dilakukan turun temurun jauh sebelum kemerdekaan Indonesia. “Usaha yang turun temurun membuat Caping inilah yang kami nilai unik di kelurahan Bansir Laut ini, sehingga kami bersepakat mengangkat kearifan lokal Caping yang identitik dengan kerajinan tangan ini menjadi Kampung Caping yang dipaduserasikan dengan potensi wisata lainnya,”ujar Beni Tanheri yang melihat ada pergerakan positif pembangunan waterfront Kota Pontianak yang mau mengadaptasi kearifan lokal warga yang bermukim di pinggir Sungai Kapuas.

Mendukung konsistensi warga Kelurahan Bansir Laut yang mengusung Kampung Caping sebagai role model pembangunan kawasan terpadu wisata hijau dan pesona air ini, Katharina mengemukakan, kekompakan warga Kelurahan Bansir Laut ini hendaknya diwujud-nyatakan dengan pembentukan kelembagaan koperasi yang  harapannya akan berkontribusi nyata bagi kesejahteraan anggota. "Integritas usaha wisata, kerajinan dan kekhasan kuliner lainnya berbasis pinggiran Sungai Kapuas ini menjadi harapan baru wisata Kota Pontianak,"ujar Katharina.

Remiguno mengemukakan, Jika setiap warga Kelurahan Bansir Laut bersepakat berhimpun dalam wadah koperasi dan menjadi anggota koperasi aktif, maka keberadaan Kampung Caping sebagai role model pembangunan kawasan wisata berbasis kearifan lokal kerajinan tangan pembuatan Caping dan wisata air Sungai Kapuas ini semakin kuat.

Dukungan kelembagaan akan hadirnya koperasi ini bergayung sambut dengan harapan Alamulhuda dan Beni Tanheri selaku pengelola Kampung Caping. “Kami sudah bersepakat membentuk kelembagaan koperasi,”ujar Alamulhuda yang berharap agar ada sosialisasi dari pihak Dinas Koperasi.

Novi Estikawaty, Oktarina Dwi Kusumawardani dan Intan Maulani selaku Petugas Penyuluh Koperasi pada Dinas Koperasi UKM Prov. Kalbar mengemukakan pihaknya senantiasa siap melakukan sosialisasi dan pendampingan bagi warga Kelurahan Bansir Laut untuk membentuk kelembagaan koperasi. “Kelembagaan koperasi sangat cocok untuk menaungi kegiatan ekonomi kerakyatan berbasis waterfront city dan wisata air seperti Kampung Caping ini,”ujar Novi.

Sementara itu Suherman selaku tenaga ahli PLUT-KUMKM Prov. Kalbar mengemukakan ciri khas Caping sebagai produk unggulan kerajinan tangan kelompok perempuan di Kelurahan Bansir Laut ini harus terus dipertahankan. “Perlu sentuhan kreativitas bagi produk Caping yang dihasilkan yang kegunaannya tidak saja untuk tutup kepala, tetapi bisa dipikirkan kegunaan lainnya sebagai asesoris dan media seni lainnya,”ujar Suherman.

Veronika Eka Purwanti selaku Kasi Pengembangan Penguatan dan Perlindungan Koperasi yang juga Koordinator Pengelola Informasi dan Dokumentasi pada Dinas Koperasi UKM Prov. Kalbar mengemukakan, jika semua stakeholder strategis yang reputable mempunyai persepsi, frekuensi dan aksi yang sama dalam memberdayakan keberadaan Kampung Caping ini, maka kunjungan wisata dan peningkatan produk, produksi dan produktifitas Caping yang menjadi produk unggulan Kelurahan Bansir Laut akan menjadi ikon baru destinasi wisata Kalimantan Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code