Ansfridus: Bangun Sinergisitas Tingkatkan Produktivitas UMKM

PONTIANAK- Dalam memberikan pelayanan publik, Pemerintah melakukan pendekatan fungsionaris, tersistem dan terorganisir dengan memanfaatkan sumber daya manusia yang tepat, sehingga capaian yang ingin diraih dalam upaya meningkatkan kinerja UMKM agar Naik Kelas dapat tepat guna dan tepat sasaran.

Demikian dikemukakan Ansfridus Juliardi Andjioe, selaku Kepala Dinas Koperasi UKM Prov. Kalbar, Selasa 25 Mei 2021, saat berdialog dengan peserta insan koperasi, penggiat UMKM dan para pihak yang terkait lainnya dalam meningkatkan kinerja UMKM di Kalimantan Barat.

Hadir diantaranya L. Gusti Resanika dari International Council for Small Business (ICSB) Indonesia Prov. Kalbar, Humeira Novriyanti dari BPD Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) Kalbar, Novie Mayasari dari PT. Garuda Indonesia, M. Soleh dari Koperasi Muara Rizki, Eko Sumitro dari Koperasi Mitra Sahabat Indonesia, Wahyu Hidayat dari Koperasi Konsumen Batas Negeri Kalbar.

Turut mendampingi dari Dinas Koperasi UMKM Prov. Kalbar diantaranya Anselmus selaku Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Kecil, Resmiguno selaku Kepala Bidang Perizinan dan Kelembagaan, Gabriel Irmawan Nugroho selaku Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi pada Usaha Kecil dan Menengah, Gusti Akhmadiyah selaku Kepala Bidang Pengawasan dan Pemeriksaan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah.

Dikemukakan Kepala Dinas Koperasi UKM Prov. Kalbar, dalam situasi pandemi Covid-19 ini hendaknya kita mengambil momen yang tepat untuk memilah dan memilih produk, membenahi cara berproduksi yang sesuai dengan keinginan pasar dan meningkatkan produktivitas yang berdaya guna dan berhasil guna.

Novie Mayasari dari Garuda Indonesia dalam kesempatan itu memperkenalkan salah satu layanan usaha transportasi dan logistik PT Aerojasa Cargo yang memberi kemudahan kepada para UMKM mengirim barang.

Produk jasa yang diluncurkan adalah "KirimAja" yang merupakan layanan pengiriman barang berbasis aplikasi digital iOS dan android yang dapat jangkauan pengiriman barang ke sejumlah destinasi penerbangan yang dilayani oleh seluruh armada Garuda Indonesia, Citilink Indonesia maupun pengiriman untuk wilayah Jabodetabek maupun wilayah antarkota lainnya yang didukung oleh layanan dari Aerojasa Cargo. "Kehadiran KirimAja ini harapannya dapat menjadi langkah berkelanjutan Garuda untuk tumbuh bersama masyarakat dengan mengembangkan model bisnis yang dapat mendukung upaya peningkatkan daya saing layanan kargo dan logistik Garuda Indonesia serta memberi kontribusi nyata terhadap kepentingan ekonomi masyarakat luas utamanya UMKM,”ujar Novie Mayasari.

Sementara itu L. Gusti Resanika dari International Council for Small Business (ICSB) Indonesia Prov. Kalbar mengemukakan ICSB adalah organisasi nonprofit dengan jaringan global di 85 negara yang fokus pada pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM) serta penyebaran semangat kewirausahaan.

ICSB adalah organisasi nonprofit yang fokus pada pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM) serta penyebaran semangat kewirausahaan. ICSB Indonesia didukung oleh 4 pilar utama yang saling bersinergi untuk memperkuat perkembangan UKM di tanah air, yang meliputi pemerintah, akademisi, periset, dan praktisi bisnis. Hingga saat ini ICSB Indonesia telah melibatkan unsur-unsur tersebut dalam berbagai kegiatan yang diadakannya, baik di tingkat nasional maupun lokal (daerah).

Di tengah banyaknya upaya untuk mendorong pelaku UKM di tanah air agar bisa maju dan naik kelas, ICSB Indonesia memposisikan diri sebagai “payung” yang akan mewadahi setiap upaya dan gerakan tersebut agar bisa terhubung dengan jaringan regional (Asia) serta global yang dimilikinya. Dengan ini, kisah dan strategi sukses UKM yang ada di luar negeri bisa diadaptasi untuk pelaku UKM Indonesia, dan sebaliknya, keberhasilan yang ada di negeri ini juga bisa diangkat ke forum-forum bergengsi yang ada di tingkat regional maupun internasional.

Humeira Novriyanti dari BPD Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) Kalbar mengemukakan, ASEPHI adalah organisasi yang menjadi payung bagi para pelaku dunia kerajinan mulai dari perajin, produsen, pedagang dan eksportir produk kerajinan di Indonesia mulai dari pemula hingga pengusaha.

Visi ASEPHI adalah menyalurkan aspirasi pengusaha dan perajin di bidang kerajinan untuk lebih mendorong jiwa kewiraswastaan hingga menjadikan para perajin dan produsen sebagai pengusaha profesional dan sekaligus mendukung usaha pemerintah untuk menyukseskan program Pembangunan Ekonomi Nasional. Dengan misi membantu mengatasi hambatan dalam proses produksi dan pemasaran; Membuka peluang pemasaran produk kerajinan di dalam maupun di luar negeri; Membantu pengembangan design produk kerajinan yang berorientasi pasar; Membuka wawasan berpikir para UKM produk kerajinan untuk meningkatkan usahanya; Membimbing UKM kerajinan dalam melaksanakan prosedur ekspor dan meningkatkan promosi dagang melalui pameran dan misi dagang; Meningkatkan hubungan antar anggota untuk dapat bekerja sama dalam upaya meningkatkan usahanya; Mengikutsertakan dalam pameran-pameran dagang di dalam dan luar negeri yang tepat dengan biaya yang terjangkau oleh produsen dan perajin Indonesia; Membangun dan meningkatkan hubungan kerjasama dengan instansi-instansi pemerintah dan swasta, asosiasi-asosiasi dan lembaga-lembaga promosi dalam dan luar negeri.

M. Soleh dari Koperasi Muara Rizki, Eko Sumitro dari Koperasi Mitra Sahabat Indonesia dan Wahyu Hidayat dari Koperasi Konsumen Batas Negeri Kalbar mengemukakan dengan adanya informasi terkait jalan keluar bagi persoalan produk, produksi dan produktivitas UMKM ini diharapkan mampu memotivasi pelaku UMKM untuk meningkatkan kinerja usahanya kearah yang lebih profesional sesuai dengan tuntutan pasar dalam dan luar negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code