Anselmus: Usaha Koperasi Harusnya Respon Sektor Pertanian

PONTIANAK- Walaupun panen raya komoditas padi tidak sebesar tahun 2020. Namun, produksi beberapa subsektor pertanian lain, seperti perkebunan dan hortikultura tumbuh tinggi. Laju pertumbuhan lapangan usaha sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan pada triwulan pertama year on year Tahun 2021, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) nya tumbuh 1,07.

Oleh karena itu upaya untuk menumbuhkembangkan usaha perkoperasian hendaknya mencermati phenomena perekonomian daerah secara obyektif dan sesuai dengan dukungan data statistik yang ada sehingga sumbangsih koperasi saat terjadi disrupsi pada kondisi ketenagakerjaan akibat munculnya pandemi Covid-19, dapat berperan optimal.

Demikian dikemukakan Anselmus selaku Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Kecil, pada Kantor Dinas Koperasi dan UKM Prov. Kalbar, Kamis 20 Mei 2021, di Gedung PLUT-KUMKM Prov. Kalbar, saat berdialog dengan Pengurus Koperasi Konsumen Muara Rizki, yang dinahkodai Ketua M. Sholeh, Bendahara Sarifin, Sekretaris Rizal, Bidang UMKM Ratna Juwita dan Bendahara Juwairiyah serta Sekretaris Femi.

Turut serta dalam dialog penguatan dan motivasi kepada Pengurus Koperasi Muara Rizki ini, Gusti Akhmadiyah selaku Kepala Bidang Pengawasan dan Pemeriksaan Koperasi UKM, Gabriel Irmawan Nugroho selaku Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi, Paikun selaku Kepala Seksi Fasilitasi Peningkatan Kualitas Usaha dan SDM usaha Kecil, Eko Suherman selaku Kasi Perijinan dan Kelembagaan Koperasi. Suherman selaku Koordinator Tenaga Ahli Pendamping Center for Integrated Services of SMEsCo, PLUT-KUMKM Prov. Kalbar.

Dikemukakan Anselmus, perkembangan perkoperasian di Kalimantan Barat ini didominasi oleh kegiatan usaha simpan pinjam. Munculnya Koperasi Konsumen Muara Rizki ini sejalan dengan gambaran statistik yang disajikan pihak Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat di atas. “Tidak perlu ikut latah membentuk koperasi simpan pinjam, karena sektor usaha riil lainnya juga perlu mendapat pendampingan dan perlindungan,”ujar Anselmus.

Oleh karena itu, ujar Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Kecil, pada Kantor Dinas Koperasi dan UKM Prov. Kalbar, disaat terjadi disrupsi pada kondisi ketenagakerjaan akibat munculnya pandemi Covid-19 dimana dari total penduduk usia kerja sebanyak 3,82 juta orang, persentase penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19 sebesar 4,81 persen pada triwulan pertama year on year Tahun 2021 ini, dapat terus ditekan dengan beroperasinya koperasi-koperasi yang langsung menyasar bidang produksi dan konsumsi.

Sebagaimana dikemukakan M. Sholeh selaku Ketua Koperasi Konsumen Muara Rizki, latar belakang lahirnya koperasi ini untuk menjawab keluhan-keluhan anggota yang kegiatan-kegiatan usaha para anggotanya disektor riil dan jasa perdagangan lainnya yang tersebar di Kalimantan Barat dan belum terorganisasi dengan manajemen yang teratur, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. “Agar manajemennya teratur, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan itulah makanya Koperasi Konsumen Muara Rizki ini mau lebih hati-hati dan taat asas dalam menjalan manajemen koperasi secara benar,”ujar M. Sholeh antusias.

Secara terpisah Suherman selaku Koordinator Tenaga Ahli Pendamping Center for Integrated Services of SMEsCo, Pusat Layanan Usaha Terpadu – Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM) Prov. Kalbar dan Paikun selaku Kepala Seksi Fasilitasi Peningkatan Kualitas Usaha dan SDM usaha Kecil mengemukakan usaha Koperasi Konsumen Muara Rizki ini perlu mendapat perhatian dan dukungan serta menjadi motivasi bagi masyarakat lainnya untuk tidak latah membentuk koperasi yang kegiatannya hanya simpan pinjam.

“Pilihan membentuk badan usaha koperasi produksi, koperasi konsumsi atau koperasi sektor riil lainnya ini perlu mendapat perhatian serius agar kegiatan sektor riil yang ada di hulu dan hilir ini benar-benar terkoneksi untuk menjamin rantai produk, produksi dan produktivitas yang berkesinambungan,”ujar Paikun.

Sementara itu Suherman menegaskan, peranan PLUT KUMKM Prov. Kalbar lebih menitikberatkan pada peran pendampingan aspek SDM, produksi, pemasaran, pembiayaan, pengembangan ke-IT-an, pengembangan jaringan kerjasama, kelembagaan dan hal-hal teknis terkait keakuntansian. “Jika sedari awal ada konsistensi Pengurus Koperasi Konsumen Muara Rizki untuk menjalankan manajemen dan taat asas perkoperasian, dipastikan koperasi ini akan berkembang pesat,”ujar Suherman.

“Hendaknya, sinergisitas yang sudah terbuka dan terjalin ini benar-benar dimanfaatkan Koperasi Konsumsi Muara Rizki untuk meyakinkan para anggotanya disektor hulu dan hilir sehingga menjadi mata rantai usaha yang berkesinambungan yang benar-benar bermuara pada kesejahteraan anggota itu sendiri,”ujar Gusti Akhmadiyah selaku Kepala Bidang Pengawasan dan Pemeriksaan Koperasi UKM dan Gabriel Irmawan Nugroho selaku Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code