USAHA TETAP BERJAYA MESKI PANDEMI MELANDA – Bimbingan Teknis Manajemen Usaha bagi UMKM Cilacap

Cilacap (30/3), Peningkatan kualitas sumberdaya manusia pelaku UMKM harus terus ditingkatkan. Karena pelaku usaha lah yang nantinya menentukan maju tidaknya usaha yang dijalankan. Pemerintah hanya memberikan stimulus peningkatan kualitas kemampuan dan kompetensi pelaku usaha. Dengan penyelenggaraan kegiatan pelatihan maupun bimbingan teknis pengelolaan usaha. Terlebih pada era industri 4.0 sekarang ini, juga dihadapkan dengan situasi pandemi covid-19. Para pelaku UMKM harus memiliki wawasan, kompetensi dan kreativitas yang lebih.

Memahami hal tersebut, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Cilacap menggelar kegiatan Bimbingan Teknis Manajemen Usaha pada hari Selasa, 30 Maret 2021 di Gedung PLUT Cilacap. Dihadiri oleh 50 orang pelaku UMKM Cilacap dari bidang makanan kemasan, kuliner, craft, dan fashion. Meski dengan beragam produk yang dihasilkan, namun dengan adanya peningkatan skill dalam pengelolaan usaha tentu masing-masing UMKM bisa berkreasi sesuai latar belakang usaha yang dijalankan.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Cilacap, Umar Said, SE, MM. Menghadirkan narasumber dari pelaku UMKM Cilacap yang telah ‘naik kelas’ terlebih dahulu dibanding dengan pelaku UMKM yang menjadi peserta kegiatan bimtek. Muhammad Isnawan dengan Alifa Food-nya, serta Anas Mubarok dengan CV. Baris Jaya Indonesia. Serta dari Bank Jateng Cabang Cilacap.

Tujuan diadakan Bimtek ini agar para pelaku usaha atau UMKM itu mengetahui bagaimana cara mengelola usaha karena selama ini banyak UMKM yang tidak tahu cara mengelola, memproduksi, memasarkannya dan bagaimana cara mendapatkan modal. Pada kesempatan ini kami mengundang narasumber yang cukup handal sekaligus narasumber yang memang pelaku kemudian juga mengundang salah satu perbankan yakni bank Jateng untuk hadir disini. Harapan kami bisa memberikan modal atau kemudahan pada pelaku UMKM mengapa karena memang di saat pandemi seperti ini dampak covid luar biasa, sehingga mereka harus didorong perlu dibantu agar tetap eksis. Agar tetap mereka tumbuh dan berkembang meskipun di saat pandemi. Karena memang kalau kita tidak seperti ini ya nanti ekonomi kita akan tidak baik. Kita terus mendorong kepada UMKM terus tumbuh dan berkembang, memberikan makna kepada perekonomian daerah maupun nasional.” Dilansir dari wawancara Umar Said bersama radio Bercahaya FM, seusai memberikan sambutan dan membuka kegiatan tersebut.

Pada kesempatan pertama, Isnawan menyampaikan materi bisnis plan (perencanaan usaha) dan Strategi Membangun Jaringan. Sebagaimana dalam menjalankan usaha pasti kita memiliki impian atau cita-cita yang ingin dicapai. Karenanya perlu dituang dalam rencana bisnis secara tertulis, bukan angan-angan belaka. Selanjutnya dalam mengembangkan usahanya, menjalankan rencana usaha yang sudah dibuat menjadi kunci sukses usaha. Lalu dengan pengelolaan pemasaran, yang sejatinya kita tidak melulu harus capek-capek memasarkan. Sehingga selanjutnya yang diterapkan adalah membangun jaringan. Tidak hanya sebatas memposisikan diri siapa pemilik usaha dan produk, siapa agen atau reseller. Tapi juga penting untuk menjaga hubungan baik kepada para penyumbang keberhasilan usaha kita. Karenanya, belum lama ini Alifa Food telah mengadakan Gathering dengan beragam reward kepada sesiapa saja dalam jaringan usaha Alifa Food.

doc: Tim Barista mengajarkan teknik fotografi produk

Kesempatan kedua diberikan kepada narasumber dari Bank Jateng, yang mensosialisasikan program KUR super mikro. Juga terkait program QRIS (Quick Response code Indonesian Standart). Bahwasanya, dengan kemajuan teknologi informasi saat ini, sudah banyak digunakan metode pembayaran digital. Terlebih di situasi pandemi yang mengharuskan meminimalisir sentuhan dalam bertransaksi, maka aplikasi pembayaran digital sangat dianjurkan. Saking banyaknya aplikasi terkadang merchant UMKM dan konsumen kesulitan mesti bertransaksi menggunakan aplikasi yang berbeda. Dari hal ini, kemudian Bank Indonesia selaku bank sentral, menerbitkan standar Indonesia terhadap penggunaan QR code yang digunakan oleh beragam aplikasi pembayaran digital. Yakni, yang disebut dengan QRIS.

Pada kesempatan terakhir, dari Tim Baris Jaya, mengajarkan tentang bagaimana menghasilkan foto produk yang menarik. Tak harus menggunakan kamera DSLR mahal, cukup dengan kamera pada HP android. Teknik pengambilan gambar yang harus memperhatikan cahaya dan sumber cahaya, konten atau objek yang di foto beserta hiasannya, juga komposisi lain yang menunjang hasil gambar yang bagus saat memfoto produk. Selanjutnya, peserta diminta untuk mempraktekkan memfoto produk masing-masing.[fz]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code