293 Konsultan PLUT KUMKM Dilatih Tingkatan Kapasitas

Konsultan atau pendamping bisnis Pusat Layanan Usaha terpadu (PLUT) Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (KUMKM,) mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas konsultan pendamping tahun 2017, di Hotel Ibis Cawang, Jakarta.

Citizen reporter, Bahrul ulum Ilham Konsultan PLUT KUMKM Sulsel Melaporkan dari Makassar

Sebanyak 293 orang konsultan atau pendamping bisnis Pusat Layanan Usaha terpadu (PLUT) Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (KUMKM,) mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas konsultan pendamping tahun 2017, di Hotel Ibis Cawang, Jakarta.

Kegiatan yang digelar tanggal 27 Februari sampai 1 Maret 2017 ini adalah peserta program PLUT KUMKM sejak tahun 2013-2016 yang terdiri dari 24 provinsi dan 25 kabupaten/kota dari seluruh Indoesia. Kegiatan ini diikuti pula 49 kepala dinas yang membidangi koperasi dan UMKM se-Indonesia dan pimpinan PUT KUMKM.

Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kemenkop UKM RI, Yuana Setiowati mengatakan, kegiatan ini digelar dalam rangka meningkatkan kpasitas dan kapabiltas konsultan pendamping K-UMKM sesuai bidang penugasan masing-masing meliputi bidang kelembagaan, SDM, produksi, pembiayaan, pemasaran, pengembangan IT dan jaringan kemitraan.

“kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan konsultan dalam aspek pengetahuan, wawasan dan sikap sehingga bisa memberikan pelayanan prima kepada koperasi dan UMKM, ujarnya.

Mewakili Menteri Koperasi dan UKM RI, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Agus Muharram dalam sambutannya menekankan pentingnya untuk optimalisasi keberadaan PLUT KUKM. “Membangun PLUT tidak udah, tapi lebih sulit lagi untuk melaksanakan dan memelihara fungsi-fungsinya dalam pelayanan kepada koperasi dan UMKM, “ujarnnya,

Dikatakannya, pedampingan telah memiliki payung hukum dengan diterbitkannya Permen Nomor 2 thn 2016 tanggal 4 januari 2016 tentang Pendampingan Koperasi, usaha Mikro dan Kecil.

Karena itu seluruh konsultan atau pendamping KUMKM harus mampu menyesuaikan diri,memiliimental attitude untuk melayani kopersi dan UMKM, harus punya skill,punya network dan mampu menciptakan peluang.

”Sebagai pendamping buatlah trade mark atau identitas diri anda sebaigai pedamping yang baik dan unggul,” tandasnya.

sumber: makassar.tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code