Dinas Koperasi UMKM Kalbar Launching Sahabat UKM dan Rumah Kreatif BUMN

PONTIANAK. Pertumbuhan pasar global telah menggeser paradigma bisnis nasional, dimana Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) semakin memegang peranan penting dalam memajukan ekonomi negara, baik melalui penciptaan lapangan kerja, mendorong kesejahteraan masyarakat, serta peningkatan daya cipta inovasi baru.

Saat ini, jumlah pelaku KUKM di Indonesia telah mencapai angka 60 juta, dimana sebagian besar merupakan para pelaku usaha mikro. Hal ini menunjukkan besarnya potensi Usaha Mikro Kecil (UMK) sebagai salah satu penggerak ekonomi Indonesia untuk meningkatkan kemakmuran negeri.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) senantiasa berupaya mendukung program Presiden RI Joko Widodo, agar penggiat UMKM mengalami peningkatan kuantitas dan kuantitas sehingga pencanangan “UMKM Naik Kelas” bukan hanya sekedar slogan semata.

Demikian Lensus Kandri, Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Sosial Pemprov Kalbar mewakili Gubernur Kalbar, 24 Februari 2017, di Halaman Kantor Dinas Koperasi UMKM Prov. Kalbar, Jl. Sutan Syahrir, Pontianak. Hadir dalam acara tersebut perutusan dari Kemenkop UKM RI bidang pembiayaan dan SDM, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Kepala Dinas Koperasi se-Kalbar, Asosiasi dan Forum UMKM se-Kalbar. Acara yang bertajuk “Program Nasional 1 (satu) Juta UKM Naik Kelas”, Dinas Koperasi dan UKM Prov. Kalbar, bekerjasama dengan Bank Indonesia dan Bank Negara Indonesia 1946, yang sekaligus Peluncuran Program Sahabat UKM, Program Rumah Kreatif BUMN dan Program Gerakan Non Tunai, sembari membuka secara resmikan “UMKM Weekend Sale”.

Dikemukakan, sebagai upaya pemberdayaan ekonomi kerakyatan, khususnya bagi para penggiat usaha mikro kecil dan menengah, Pemprov. Kalbar sangat mendukung program-program Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian BUMN, Kementerian Perdagangan, yang pengejawan tahannya di tingkat Prov. Kalbar melalui Dinas Koperasi UMKM dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk bersinergi meningkatkan partisipasi pendapatan asli daerah melalui produk-produk unggulan yang ada.

Sementara itu Ir. Marsianus SY, selaku Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Prov. Kalbar dalam kesempatan itu mengemukakan, pihaknya senantiasa berupaya merangsang para penggiat UKM untuk dapat naik kelas sebagaimana dicanangkan Presiden RI.

Oleh karena itu, ujarnya, pola kemitraan dengan BUMN, swasta, BUMD, para insan koperasi lainnya harus terus menerus menunjukkan kesamaan persepsi dan selalu bersinergi dalam upaya meningkatkan para penggiat UKM agar dapat naik kelas.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Cabang Bank Indonesia Kalbar, Dwi Wahyudi, menjelaskan sejak 2014, Bank Indonesia sudah mencanangkan “Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT)”. Pencanangan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Bank Indonesia dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Pemerintah Daerah serta Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia sebagai komitmen untuk mendukung GNNT.

“GNNT ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan instrumen non tunai, sehingga berangsur-angsur terbentuk suatu komunitas atau masyarakat yang lebih menggunakan instrumen non tunai (Less Cash Society/LCS) khususnya dalam melakukan transaksi atas kegiatan ekonominya. Sebagai bentuk komitmen atas perluasan penggunaan instrumen non tunai, kami akan menjadikan GNNT sebagai gerakan tahunan yang didukung dengan berbagai kegiatan untuk mendorong meningkatkan pemahaman masyarakat akan penggunaan instrumen non tunai dalam melakukan transaksi pembayaran,” ujar Dwi Wahyudi.

Sedangkan terkait program Rumah Kreatif BUMN (RKB) milik PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, yang memilih bermitra dengan Center for Integrated Service
s of
SMEsCo, Pusat Layanan Usaha Terpadu – Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT KUMKM) Kalbar dan Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Prov. Kalbar, Petrus Suhardi, selaku Pimpinan Cabang BNI Pontianak mengemukakan, terjalinnya kerjasama antara Bank BNI dengan Pusat Layanan Usaha Terpadu – Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT KUMKM) Kalbar dan Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Prov. Kalbar dalam RKB ini bertujuan untuk mendampingi dan mendorong para pelaku UKM dalam menjawab tantangan utama pengembangan usaha UKM dalam hal peningkatan kompetensi, peningkatkan akses pemasaran dan kemudahkan akses permodalan.

Oleh karena itu, ujar Petrus Suhardi, Kepala Head Area Regional Kalimantan Barat PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mengajak mitra-mitra binaannya yang tergolong usaha kecil dan menengah untuk terlibat aktif dalam RKB yang keberadaannya satu atap dengan Kantor Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Prov. Kalbar, di Jl. Sutan Syahrir, Pontianak.

Dikemukakan, selain mendapatkan pembinaan, KUMKM juga akan memperoleh manfaat berupa training dan penggunaan salah satu situs belanja terkemuka saat ini, yaitu di Blanja.com. UMKM Kalbar juga mendapatkan kemudahan dalam melayani konsumennya dalam hal pembayaran di Blanja.com, karena pihak bank telah menyiapkan sistemnya.

Mitra-mitra binaan yang aktif di RKB ini nantinya akan mendapatkan pembinaan untuk mengembangkan diri sebagai bagian dari Digital Economy Ecosystem. Kapasitas pada mitra binaan dalam mengembangkan peluang usaha melalui pasar digital atau e-commerce diharapkan dapat meningkatkan, dan menjadikan pelaku usaha ini menjadi UMKM Indonesia yang berkualitas.

Pendampingan di dalam RKB dilakukan melalui proses kegiatan yang diawali dengan registrasi dan analisa data UKM secara offline maupun secara online. Selanjutnya pelaku UKM akan mengisi data profiling terkait kompetensi UKM dan data produk UKM. Melalui platform data analitik, pelaku UKM dapat melakukan analisa dan seleksi data UKM terkait kompetensi dan kategori UKM tersebut.

Hasil seleksi UKM dengan klasifikasi kompetensi medium sampai dengan high akan diarahkan langsung pada tempat “Konsultasi dan Quality Control”. Di tempat ini, pelaku UKM akan didampingi para ahli dalam pengembangan usaha untuk meningkatkan kualitas produk, standarisasi bahan baku, standarisasi produksi, bimbingan pengembangan produk baru, packaging, branding, quality control dan bimbingan pendanaan.

Sedangkan UKM dengan kompetensi low sampai dengan medium akan diarahkan menuju tempat “belajar dan berbagi”. Di tempat ini, pelaku UKM mendapatkan pelatihan sesuai dengan modul yang dibutuhkan, antara lain Bisnis dan Keuangan, Permodalan, Segmentasi dan Target Pasar, Proses Produksi dan Pemasaran serta Total Quality Management.

Setelah selesai mengikuti pelatihan, pelaku UKM akan diajak melakukan sharing session (diskusi) dalam bentuk belajar mandiri.Selanjutnya Pendamping Ahli akan membantu pelaku UKM untuk melakukan digitalisasi produk dan proses usaha di tempat “Digitalisasi & e-Commerce Online” dengan membimbing bagaimana cara Listing di Blanja.com, SEO (Search Engine Optimization) dan promosi melalui social media. Pelaku UKM akan melakukan praktek secara langsung pembuatan dan pengelolaan online commerce, serta berdiskusi dan memonitor perkembangannya.

Suherman, selaku Koordinator Center for Integrated Services of SMEsCo, Pusat Layanan Usaha Terpadu – Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT KUMKM) Kalbar, RKB ini akan sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo menjadikan “Indonesia sebagai Energi Digital Asia”. Ole
h karena itu di Gedung PLUT Kalbar ini tersedia showcase UKM sebagai tempat display produk  unggulan UKM setempat yang berkualitas dan dapat dipasarkan secara online di portal blanja.com.

Dikemukakan Suherman, dalam acara “UMKM Weekend Sale” yang berlangsung sampai dengan Minggu 26 Februari 2017 tersebut, diserahkan pula secara simbolis Kartu Sahabat UKM dan Penyerahan Kredit Usaha Rakyat dari BNI. Turut mendukung kegiatan tersebut adalah BUMN Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) yang merupakan perusahaan penjaminan kredit di Indonesia.

Kepala Bidang Restrukturisasi Dinas Koperasi UMKM Prov. Kalbar, Drs. Hendri Amin, mengemukakan, ke depan pihaknya akan secara teratur menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pasar baik secara offline dan online yang terkait langsung dengan kegiatan yang digeluti penggiat UMKM di Kalbar. Khususnya dalam mengangkat produk-produk unggulan kalbar yang berbasis ekonomi kerakyatan untuk merespon sistem perdagangan bebas antar negara-negara Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code