Seputar CIS

PENDAMPINGAN KOPERASI DAN UMKM
MELALUI CIS - PLUT-KUMKM

I. DASAR
1. Peraturan Menteri Koperasi No.: 02/Per/M.KUKM/I/2016, tanggal 17 Februari 2014 tentang Pendampingan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah

2. Peraturan Deputi Menteri Koperasi dan UKM No.: 08/PER/DEP.4/IV/2016 tentang Petunjuk Teknis Pusat Layanan Usaha Terpalu Koperasi dan UMKM Tahun 2016.

II. PENDAHULUAN

Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) memiliki potensi yang besar dalam meningkatkan taraf hidup rakyat. Populasi UMKM yang mencapai 57 Juta dan tersebar diberbagai sektor usaha, menyerap sekitar 107,66 juta tenaga kerja, memberikan peran UMKM yang cukup signifikan. Hal tersebut ditunjukkan pada kontribusinya pada PDB, yaitu sebesar 59,08 % dari total PDB Nasional.

KUMKM di Indonesia saat ini masih dihadapkan pada berbagai kendala dan permasalahan yang memerlukan solusi. Hal tersebut, berkaitan dengan sumber daya produktif seperti permodalan, teknologi, pasar, informasi, produksi dan SDM.
Guna mengatasi permasalahan tersebut, pendampingan merupakan salah satu program yang efektif untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi. Melalui proses pendampingan, diharapkan dapat dicetak UMKM yang kreatif, berwawasan luas, profesional dan terampil, siap untuk bersaing di pasar.

Sejalan dengan itu, Kementerian Koperasi dan UKM melakukan program pendampingan melalui PLUT-KUMKM, yang dilaksanakan bersinergi dengan Pemerintah Prov/DI dan Kab/Kota dalam rangka percepatan peningkatan daya saing, produktivitas, nilai tambah dan kualitas kerja Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.

Program pendampingan melalui PLUT-KUMKM dilaksanakan sejak tahun 2013 sampai 2016 dan dukungan dari Kementerian Koperasi dan UKM sebagai berikut :
1. Pembangunan gedung PLUT- KUMKM melalui dana APBN 2013, 2014 dan 2016 (Tugas Pembantuan);
2. Operasional PLUT-KUMKM selama 3 tahun;
3. Rekrutmen Konsultan Pendamping;
4. Honorarium Konsultan Pendamping selama 3 tahun;
5. Peningkatan Kapasitas Konsultan Pendamping
Dukungan dari Pemerintah daerah meliputi sarana dan prasarana sebagai berikut :
1. Pagar dan taman gedung PLUT-KUMKM;
2. Meubeler (meja dan kursi kerja dan rapat);
3. Peralatan kerja (komputer dan jaringannya);
4. Instalasi listrik dan air;
5. Perlengkapan pameran di ruang Galeri;
6. Kegiatan operasional pendampingan KUMKM
7. Koordinasi dan kerjasama dengan stakeholder di tingkat daerah
8. Dukungan Peningkatan Kompetensi Para Pendamping

Gedung PLUT-KUMKM menjadi aset milik Pemerintah Daerah (Propinsi/Kab/Kota) setempat, melalui proses hibah sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.
Sampai dengan tahun 2016 telah terbangun 49 PLUT-KUMKM yang berlokasi di 24 Propinsi dan 25 Kab/Kota.
Pendampingan terhadap KUMKM dilakukan oleh Konsultan Pendamping disetiap PLUT-KUMKM, masing-masing 7 orang Konsultan Pendamping di PLUT-KUMKM tingkat Propinsi dan 5 orang Konsultan Pendamping di PLUT-KUMKM tingkat Kabupaten/Kota.

III. TUJUAN

Pendampingan melalui PLUT-KUMKM bertujuan memberikan layanan jasa non finansial sebagai solusi atas permasalahan KUMKM dalam rangka meningkatkan produktivitas, nilai tambah, kualitas kerja dan daya saing KUMKM, melalui pendampingan bidang kelembagaan, sumberdaya manusia, produksi, pembiayaan, dan pemasaran di wilayah provinsi/Kabupaten/Kota.

IV. SASARAN
a. meningkatnya kualitas kerja Koperasi dan UMKM;
b. meningkatnya kompetensi SDM Koperasi dan UMKM;
c. meningkatnya produktivitas potensi unggulan daerah yang dikembangkan oleh Koperasi dan UKM.
d. Meningkatnya akses pembiayaan Koperasi dan UMKM melalui lembaga Keuangan Bank dan Non Bank.
e. Meningkatnya jaringan usaha dan kemitraan Koperasi dan UKM.

V. RUANG LINGKUP

Untuk mewujudkan tujuan, pengelolaan PLUT-KUMKM memiliki 7 layanan minimum, meliputi:
1) Konsultasi Bisnis,
2) Pendampingan atau mentor bisnis,
3) Promosi atau pemasaran, IT dan E-Commerce
4) Akses ke sumber pembiayaan,
5) Pelatihan bisnis,
6) Networking dan Kemitraan Usaha
7) Bahan Proposal KUMKM
8) Layanan pustaka entrepreneur.

VI. MODEL PENGEMBANGAN PLUT-KUMKM

VII. LAYANAN PENDAMPINGAN :
Layanan Pendampingan dilakukan oleh para Konsultan Pendamping yang direkrut melalui kerjasama dengan Pihak Independen. Dalam melakukan perannya, Konsultan pendamping bertugas di bidang masing-masing yaitu:
a. Bidang Kelembagaan, meliputi : pembentukan dan pemantapan kelembagaan Koperasi dan UMKM, fasilitasi legalitas, pengautan sentra UKM/Klaster/kawasan, pendataan, pendaftaran dan perijinan KUMKM, advokasi pwerlindungan KUMKM.
b. Bidang Sumberdaya Manusia (SDM) meliputi: pelatihan perkoperasin, kewirausahaan dan magang.
c. Bidang Produksi meliputi: akses bahan baku, pengembangan produk (peningkatan kualitas, desain, merek, dan kemasan), diversifikasi produk,standardisasi dan sertifikasi produk, aplikasi teknologi.
d. Bidang Pembiayaan meliputi: penyusunan rencana bisnis, proposal usaha, fasuilitasi dabn meduiasi, ke lembaga keuangan Bank dan non Ban, pengelolaan keuangan dan advokasi permodalan;
e. Bidang Pemasaran meliputi: informasi pasar, promosi, peningkatan akses pasar, pengembangan jaringan pemasaran dan kemitraan, pemanfaatan IT (e-commerce), serta pengembangan data base yang terkait pengembangan KUMKM; dan
f. Bidang Pengembangan IT (khusus di PLUT-KUMKM tingkat Propinsi)
g. Bidang Pengembangan Jaringan Kerjasama (khusus di PLUT-KUMKM tingkat Propinsi).

VIII. STRUKTUR ORGANISASI PLUT-KUMKM PROPINSI DAN KAB/KOTA

IX. BENTUK KELEMBAGAAN PLUT-KUMKM
PLUT-KUMKM merupakan bagian dari Struktur Organisasi Pemerintah Propinsi dan atau Kabupaten/Kota di bawah koordinasi Instansi yang membidangi Pembinaan Koperasi dan UKM ditingkat Propinsi atau Kabupaten/Kota (Kelembagaan PLUT-KUMKM berupa struktur di bawah SKPD dan atau UPTD, Setara eselon III atau IV).

X. FASILITAS GEDUNG PLUT-KUMKM

Gedung PLUT-KUMKM dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas :
- Ruang Rapat
- Ruang Konsultasi
- Ruang Workshop
- Ruang Pamer Produk (Gallery)
- Ruang pendukung lain ( ruang arsip, ruang ibadah, toilet, dapur).

XI. JARINGAN PENDUKUNG PLUT-KUMKM

XII. SINERGI PLUT-KUMKM

1. PLUT-KUMKM dapat menjadi perantara (intermediary) bagi berbagai layanan pendampingan bagi KUMKM di daerah.

2. PLUT-KUMKM bersinergi dengan mitra pelaksana program pemberdayaan KUMKM yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan Daerah, Perusahaan Swasta dan Perguruan Tinggi, Assosiasi UKM, dll.
PLUT-KUMKM dan BDS-P/lembaga profesi lainnya, yang diharapkan dapat bersinergi, yang diharapkan dapat meningkatkan jangkauan layanan pendampingan bagi KUMKM, dan perluasan jaringan pemasaran produk KUMKM

3. Kerjasama yang telah dilakukan oleh PLUT-KUMKM selama tahun 2016:
a. Nota Kesepahaman antara Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha dengan Wakil Ketua Umum Bidang UMKM, Koperasi dan Industri Kreatif KADIN Indonesia.
Nomor : 03/NK/Dep.4/III/2016 & MOU/374/DP/III/2016, tentang Pendampingan Pemasaran Produk KUMKM Melalui Sistem Online.
Target kerjasama tahun 2016 adalah terfasilitasinya 2.300 UMKM untuk pemasaran online/e-commerce (www.ukmmarket.co.id).
b. Nota Kesepahaman antara Deputi Bidang Restrukturiasasi Usaha dengan Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom Indonesia.
Nomor : 05/PKS/Dep.4/V/2016 dan K.Tel.67/HK.840/ENT-00/2016, tentang Pendampingan KUKM Melalui Kampung UKM Digital.
Target kerjasama tahun 2016 adalah pembangunan Kampung UKM Digital bagi semua PLUT-KUMKM yang telah terbangun (49 PLUT0KUMKM).
c. Perjanjian Kerjasama antara Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha dengan Direktur PT Bank Rakyat Indonesia.
Nomor : 05/PKS/Dep.4/V/2016 dan 593/DIR/PPK/05/2016, tentang Pendampingan Pelayanan Jasa Perbankan Bagi KUMKM Melalui Optimalisasi PLUT KUMKM.
Target kerjasama adalah terfasilitasinya UMKM binaan PLUT-KUMKM untuk akses pembiayaan ke Perbankan.

 

Jakarta, September 2016

Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha
Kementerian Koperasi dan UKM