Pelatihan SDM Tepat Jualan Melesat

Cilacap. Bagi kebanyakan pelaku UMKM, menjalankan usaha lebih berorientasi pada produksi dan pemasaran. Sayangnya, masih dengan keterbatasan sumberdaya manusia. Pendidikan, kemampuan dan keterampilan yang seadanya. Atau hanya berbekal pengalaman turun-temurun dalam menjalankan usaha, dari semua lini. Semisal cara produksi, pengemasan bahkan pemasaran.

Memandang hal tersebut, Rumah BUMN Cilacap, menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas dan Kapabilitas Usaha “SDM tepat Jualan Melesat”. Pada hari Senin, 5 Oktober 2020, bertempat di Gedung PLUT Cilacap. Kegiatan ini sengaja digelar, guna memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan sumberdaya manusia, terutama tenaga kerja UMKM.

Dalam kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber Annas Setiawan Prabowo, M.Eng dari akademisi Politeknik Negeri Cilacap dan Azka Donan Elmursyidy, S.Sos., Konsultan Pendamping Bidang Pemasaran PLUT KUMKM Cilacap.

Annas, menyampaikan terkait pengelolaan sumberdaya manusia pelaku UMKM. Baik dari pemilik usaha maupun tenaga kerja yang menjalankan usaha. Dimulai dengan pertanyaan, siapa yang sudah memiliki karyawan dalam usahanya? Masih sedikit yang memberi jawaban sudah. Berapa jumlah karyawannya, 10, 5, 3 atau 1?

SDM yang dimiliki merupakan Asset. Karenanya kita harus bisa ngopeni dan ngewongke (istilah jawa). Tidak mungkin kita terus-terusan memberikan instruksi kepada karyawan. Dengan penerapan sistem, tentu akan mempermudah roda usaha berputar.


Selain itu, tenaga kerja juga perlu di-upgrade kemampuan dan keterampilannya, sesuai bagian masing-masing. Pemberian insentif, bisa meningkatkan loyalitas dan kegairahan dalam bekerja. Sementara, teguran tidak melulu marah-marah akan kinerja karyawan. Namun diperlukan dalam penjagaan kualitas produk dan pelayanan yang dihasilkan.

Azka memaparkan tentang bagaimana mengoptimalisasi potensi dan sumberdaya yang dimiliki untuk meningkatkan penjualan. Sudah seperti apa pasar yang dimiliki. Apa sudah ada segmentasi konsumen? Promosi yang dilakukan, terutama online di media sosial, apakah sudah menuju pada segmen konsumen kita? Atau masih sebatas promosi acak? Ibarat memancing, kita tinggal menebar kail, menunggu, kali aja ada yang nyangkut? Tentu bukan demikian yang diharapkan.

Bicara pemasaran, tentu banyak trik dan strategi yang bisa dilakukan. Jika satu buah cara atau sarana yang kita pilih, akan berbeda perlakuan strategi pemasarannya. Bahkan kita juga perlu mempertimbangkan trend yang sedang berlaku. Produk apa yang sedang laris.

Dari kegiatan pelatihan ini, diharapkan para pelaku UMKM bisa mengelola asset berharganya. Sumberdaya manusia, merupakan asset vital menentukan perkembangan usaha.[fz]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code