Catatan Kunjungan Kerja: Batu Ampar Bersiap Menyongsong Warung Desa

KUBU RAYA- Batu Ampar adalah nama sebuah pulau dan sekaligus menjadi nama sebuah kecamatan yang terletak di Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Sebagai nama sebuah pulau, Batu Ampar luasnya mencapai 1.618,13 Km².

Namun sebagai nama sebuah Kecamatan Batu Ampar, luasnya mencapai 2002,70 Km² karena ada tiga desa yang daratannya terletak di seberang Sungai Kapuas yaitu Desa Sumber Agung seluas 36 Km², Desa Muara Tiga seluas 20,82 Km², Desa Kerawang luas 48 Km² dan Desa Tanjung Beringin yang luasnya 279,75 Km².

Ini adalah catatan perjalanan Center for Integrated Services of SMEsCo, Pusat Layanan Usaha Terpadu – Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM) Prov. Kalbar yang mengutus Suherman selaku Tenaga Ahli (TA) Bidang Pemasaran, Anton Juniardi selaku TA Bidang SDM, Abdullah Husaini selaku TA Bidang Kelembagaan dan Vincent J selaku TA Bidang Pengembangan Jaringan Kerjasama, saat melakukan kunjungan kerja, 23 – 25 Juli 2020 di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, untuk melihat secara langsung potensi berdirinya Warung Desa di Desa Sumber Agung, Desa Batu Ampar, Desa Padang Tikar I dan Desa Padang Tikar II.

Mengungkapkan kekayaan sumber daya alam yang ada di Batu Ampar, cukup diwakili dengan satu kata: “Lengkap”. Lengkap potensi darat. Lengkap potensi air tawar. Lengkap potensi air asin.

Umumnya wilayah Batu Ampar terdiri dari dataran rendah dan rawa-rawa, sedikit bergelombang dan berbukit dengan kemiringan 0% - 60%. Secara geologis daratan Batu Ampar hampir seluruhnya terdiri dari endapan aluvial, pasang surut, rawa dan undak. Adapun formasi aluvium dan endapan rawanya terdiri dari unsur kerikil, pasir, lanau, lumpur dan gambut.

Sistem lahan gambutnya mempunyai kedalaman hingga 2 meter berlokasi pada rawa gambut dalam dengan permukaan yang cembung atau berkubah. Sistem lahan kahayannya berkarakteristik gambut dengan kedalaman 30 – 50 cm, berlokasi pada topografi pantai rata dan daerah yang dibelah oleh sungai air tawar. Kondisi tanah kahayan ini deposisi laut yang bergaram dan gabungan sungai air tawar dengan jenis tanah tropaquents, fluvaquents dan tropohemists. Jenis tanah kahayan ini sesuai untuk lahan kering, lahan basah, perikanan, pengairan sawah pasang surut dan kehutanan. Sistem lahan kajapah Batu Ampar berlokasi di dataran lumpur di daerah pasang surut dibawah bakau dan nipah.

Kecamatan Batu Ampar sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Kubu, Kecamatan Terentang. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Balai Bekuak Kab. Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara. Sebelah Barat berbatasan dengan Perairan Selat Karimata, dan sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Toba Kab. Sanggau.

Dengan kondisi geologis dan geografis tersebut Batu Ampar sangat diuntungkan dengan potensi kekayaan daratan dan kekayaan perairan berupa sumber daya air tawar, sumber daya air payau, sumber daya air asin, lahan dataran rendah dan lahan ketinggian ada kawasan perbukitan dengan jenis tanah podsolik merah kuning.

Tata guna tanah di Kecamatan Batu Ampar terdiri dari penggunaan sawah seluas 115,86 Km², lahan bukan sawah seluas  304,84 Km², untuk bangunan/pekarangan seluas 69 Km², hutan negara  seluas 1.460 Km², untuk lain-lainnya seluas 53.00 Km².

Berpenduduk sekitar 40.000 jiwa potensi pemberdayaan ekonomi kerakyatan di Padang Tikar 1 (Dusun Pattimura; Kota laya; Baburazzak; Karya Bhakti; Panglima Bintan Jaya) dan Padang Tikar II ( Dusun Medan Sri, Medan Bhakti, Medan Shakti, Medan Indah, Medan Jaya), memiliki potensi pertanian dan perkebunan seperti : lada, kelapa dalam, kelapa hibrida, kopi, pinang, coklat dan tebu. Sedangkan hasil perairan air tawar/asin seperti : ikan, udang, kepiting bakau. Turunannya diproduksi usaha rumah tangga dengan mepekerjaan dominan kaum perempuan menjadi ikan asin, ikan teri, ebi, terasi, cencalok dan turunan produk yang dapat diolah menjadi makanan frozen.

Sementara itu di Desa Batu Ampar sendiri (Dusun Anggrek Mawar,Kenangan melati, Nusa Indah, Cabang Ruan), potensi pertanian dan perkebunannya seperti lada, kelapa dalam, kelapa hibrida, kopi, pisang salai. Arang kayu bakau yang berasal dari tungku pembakaran yang ada di Batu Ampar dan Telok Air, sudah menjadi mata pencaharian yang turun temurun sebelum kemerdekaan. Namun usaha yang bersinggungan dengan kelestarian kawasan hutan mangrove ini harusnya mendapat perlindungan aspek cagar budaya untuk traditional mangrove kiln karena tungku pembakarannya yang unik berbentuk kubah yang terbuat dari susunan batu bata berbahan tanah liat. Sedangkan hasil perairan air tawar/lautnya meliputi budidaya kepiting bakau. Batu Ampar juga terkenal dengan pisang salai tetapi sesungguhnya tempat produksinya di usaha rumahan kaum perempuan Desa Teluk Nibung.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 KWP yang dibangun tahun 2017 di Desa Sumber Agung, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat

Di Desa Sumber Agung (Dusun 1 dan Dusun II) potensi sumber daya alamnya yang menonjol adalah aneka jenis tanaman pertanian dan hortikultura seperti padi sawah pola irigasi, padi tadah hujan, umbi-umbian, karet, kopi. Sektor perkebunan ada perkebunan kelapa sawit PT. Gerbang Benua Raya yang hingga kini lahannya tumpeng tindih dengan pengelolaan sektor kehutanan berupa pengelolaan hutan tanaman industri untuk bubur kertas PT. Daya Tani Kalbar.

Desa Sumber Agung menjadi potret desa yang secara geografis terletak di pedalaman, namun mandiri dalam pengelolaan energi listrik untuk warga. Melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Direktorat Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan, berhasil membangun Pekerjaan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 KWP tahun 2017. Kapasitas 100 kWp artinya pembangkit tersebut terdiri dari beberapa modul (PV array) yang dapat menghasilkan listrik dengan daya maksimum 100 kW pada kondisi Solar Cells Panels adalah kondisi saat irradiasi 1000 W/m2, dan temperature 25 oC.

Desa Sumber Agung juga menjadi potret desa yang mandiri dalam hal pengelolaan air bersih, meskipun masih dalam skala terbatas. Disebut skala terbatas karena pembangunan jaringan distribusinya ke rumah rumah belum maksimal sehingga dalam keadaan berproduksi normal, air bersih yang diolah secara Reverse Osmosis tersebut dijual ke warga dengan harga Rp 4.000 per galon. Teknologi reverse osmosis yang digunakan dalam pengolahan air minum warga di Desa Sumber Agung ini merupakan teknologi pengolahan air yang sangat umum digunakan untuk menghasilkan air yang berkualitas tinggi dan layak diminum langsung. Proses Reverse Osmosis dilakukan dengan memberi tekanan tinggi pada air yang dialirkan melalui membran semi permeable dimana pemisahan ion terjadi.“Dalam keadaan normal, air isi ulang ini dihargai Rp 4000 per galon. Sedangkan dalam keadaan cuaca kemarau, air  dibagikan gratis kepada warga,”ujar Arifin Noor Azis SH MH selaku Kepala Desa Sumber Agung.

Kehadiran PT. Daya Tani Kalbar sebagai perusahaan hutan tanaman industri untuk bubur kertas di Desa Sumber Agung juga memberi daya dukung yang cukup baik bagi pertumbuhan desa. Buktinya sudah berdiri sebuah bangunan berukuran 5,5 m X 8 m yang diperuntukkan Warung Desa.

Fisik bangunan Warung Desa kerjasama PT. Daya Tani Kalbar dengan BUMDes Jaya Makmur di Desa Sumber Agung ini, walaupun belum berstatus Desa Mandiri,  adalah bukti keseriusan warga Desa Sumber Agung merespon gagasan Gubernur Kalbar saat pencanangan Program Warung Desa untuk seluruh Desa Mandiri di Kalbar, 22 Juni 2020.

Adanya kawasan lindung didalam konsesi PT. Daya Tani Kalbar ini juga memberi manfaat bagi warga Desa Sumber Agung untuk dapat memanen madu hutan. “Saat panen raya madu hutan, petani dapat mengumpulkan madu sebanyak 200 liter,”ujar Kepala Desa Sumber Agung.

Sementara itu Edi Karyono SE selaku Sekretaris Kecamatan Batu Ampar, dalam kesempatan terpisah mengemukakan pihaknya senantiasa mengakomodir setiap pertumbuhan dan perkembangan 15 desa yang ada di Kecamatan Batu Ampar. “Tentunya dengan segala keterbatasan sumber daya yang ada, kami tetap maksimal dan optimal membangun kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat di Kecamatan Batu Ampar ini,”ujar Edi Karyono yang ditemui di ruang kerjanya, Jumat 24 Juli 2020.

Dikemukakan Sekcam, keunggulan dan potensi komoditi tanaman di Kecamatan Batu Ampar berupa kelapa dalam, kelapa sawit, kopi, kelapa hibrida, karet, lada, kakao dan pinang, serta potensi hasil kawasan perairan air tawar, air payau dan air asin lainnya ini menjadi nilai tambah yang mampu menyejahterakan warga Batu Ampar. “Saat laut tak bersahabat warga mengolah komoditi yang ada di darat secara maksimal. Saat darat dan laut bersahabat, warga membagi tugas dalam rumah tangganya masing-masing agar rejeki di laut dan rejeki di darat dapat diraih,”ujar Edi Karyono.

Menurut Edi Karyono, potensi yang ada di desa-desa di Kecamatan Batu Ampar inilah yang menjadi daya dorong untuk pembentukan Warung Desa di setiap desa nantinya sesuai dengan potensi sumber daya alam daratan dan perairan yang ada saat ini. Selama ini, warga secara alami melakukan kegiatan transaksi ekonomi langsung dengan para pihak yang berkepentingan dengan komoditi-komoditi tertentu dan belum terorganisir.

Berdasarkan pengamatan Tim Tenaga Ahli Center for Integrated Services of SMEsCo, Pusat Layanan Usaha Terpadu – Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM) Prov. Kalbar, komoditi yang bisa mengisi Warung Desa di beberapa desa yang ada di Kecamatan Batu Ampar diantaranya bidang pertanian bisa diisi dengan beras, bibit tanaman, benih tanaman, pupuk, pestisida dan herbisida. Bidang perkebunan berupa minyak lelapa, pinang, bubuk lada hitam, bubuk lada putih, kopi roasted, dan kopi bubuk. Bidang Air Tawar  berupa lele, nila, udang galah, kepiting bakau, dan kerupuk, serta minuman jamu liak dan Air minum dalam kemasan produk lokal. Komoditi air asin diantaranya aneka jenis ikan asin, ebi, teri, cencalok, terasi, abon. Sedangkan barang dan jasa yang dari luar bisa ditempatkan di Warung Desa diantaranya elpiji, sembako, peralatan rumah tangga modern, pulsa/kuota, produk makanan dan minuman UMKM, dan layanan perbankan mikro.

Oleh karena itu, ujar Suherman selaku Koordinator PLUT-KUMKM Prov. Kalbar perlu diupayakan semacam keseragaman fisik Warung Desa di desa-desa yang sudah berstatus Desa Mandiri agar ideal fisik bangunannya berukuran 15 m X 35 m untuk mengakomodir kegiatan ekonomi kerakyatan desa baik untuk pajangan produk unggulan  pertanian dan perkebunan, produk olahan laut, produk olahan air tawar, sembako non lokal dan produk tambahan  layanan Perbankan, layanan provider internet, dan elpiji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code