UMKM Bumi Sebalo Hadapi Lima Tantangan Besar

BENGKAYANG- Rencana peningkatan status Pos Lintas Batas Antar Negara Jagoi Babang, pembangunan Pelabuhan Laut Internasional Kijing dan Bandara Udara Internasional Singkawang yang sedang tahap pengerjaan, rencana pembangunan jalan tol Pontianak – Singkawang, dan penetapan Kalimantan Timur sebagai Ibukota Negara harusnya menjadi tantangan tersendiri bagi percepatan gerak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk siap merespon dan mengantisipasi geliat dan dampak pembangunan yang cepat atau lambat akan berdampak bagi pembangunan Kabupaten Bengkayang khususnya dan Kalimantan Barat umumnya.

Oleh karena itu antisipasi kesiapan UMKM untuk menyongsong kelima tantangan pembangunan yang berskala lokal, regional, nasional dan internasional yang ada di geografis Kabupaten Bengkayang tersebut, harus sedini mungkin dipersiapkan agar perencanaan pembangunan SDM, SDA dan regulasi terkait dampak perdagangan komoditi unggulan dengan negara lain serta didukung sinergisitas dan kolaborasi para pemangku kepentingan, akan dirasakan manfaatnya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, pendapatan asli daerah yang diharapkan mampu berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Demikian benang merah yang disampaikan Heru Pujiono  selaku Plt Kepala Dinas Koperasi UMKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bengkayang, Erlianus selaku Plt Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bengkayang, Suherman selaku Koordinator Konsultan Pendamping Center for Integrated Services of SMEsCo, Pusat Layanan Usaha Terpadu – Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT KUMKM) Prov. Kalbar, Vincent Julipin selaku Ketua Komunitas UMKM Talino Khatulistiwa Kalbar, dalam acara Inspiring Talk Milenial, Sharing Perizinan OSS untuk UMK dalam rangka pembentukan Lembaga UMKM Bumi Sebalo di Kabupaten Bengkayang, Sabtu 26 Oktober 2019 di Aula Tuah Raya, Jalan Guna Baru, Bengkayang.

Upaya pembentukan Lembaga UMKM Bumi Sebalo ini berhasil memilih Yustina Ita Wurini, STP, MM, sebagai Ketua, Edo sebagai Wakil Ketua, Sekretaris Mujidi dan Kasianus, Bendahara Nurmila dan Agustina.

Dikemukakan Yustina, pihaknya ingin agar geliat UMKM di Bumi Sebalo ini lebih dipersiapkan secara matang untuk menyongsong percepatan pembangunan yang sudah dirancang Pemerintah Kabupaten Bengkayang sendiri, Provinsi Kalimantan Barat maupun Pemerintah RI yang secara khusus fokus mempersiapkan kawasan perbatasan sebagai teras terdepan negara yang patut dibanggakan. “Kita ingin Bumi Sebalo sebagai teras terdepan negara nantinya benar-benar siap berinteraksi dengan tuntutan pasar yang berorientasi Go Modern, Go Digital, dan Go Global,”ujar Yustina.

Heru Pujiono  selaku Plt Kepala Dinas Koperasi UMKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bengkayang berharap dengan terbentuknya Lembaga UMKM Bumi Sebalo, pendampingan, pengayoman dan pembinaan kepada para UMKM yang ada di Kabupaten Bengkayang ini hendaknya bersifat jemput bola. “Beri kemudahan kepada para UMKM untuk mendapatkan perijinan berbasis elektronik atau Online Single Submission (OSS), langsung di lokasi usaha,”ujar Heru Pujiono.

Erlianus, selaku Plt Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bengkayang mengemukakan pihaknya fokus pada persiapan SDM untuk benar-benar memanfaatkan ketersediaan potensi SDA yang ada agar diolah sesuai dengan harapan pasar lokal, regional, nasional dan internasional dengan fokus penekanan pada produk dan komoditi unggulan. “Dengan adanya percepatan pembangunan ke depan, siap atau tidak siap, mau atau tidak mau, para UMKM, pemuda dan masyarakat, diarahkan untuk kreatif dan inovatif sebagai pencipta lapangan kerja yang berorientasi Go Modern, Go Digital, dan Go Global,”ujar Erlianus.

Sedangkan Suherman selaku Koordinator Konsultan Pendamping Center for Integrated Services of SMEsCo, Pusat Layanan Usaha Terpadu – Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT KUMKM) Prov. Kalbar mengemukakan, terbentuknya Lembaga UMKM Bumi Sebalo ini hendaknya benar-benar mengakomodir keinginan para UMKM yang fokus produksi.  “Berilah pelayanan yang optimal kepada para UMKM sehingga dari aspek produk dan produktivas, kelembagaan dan legalitas usaha, pemasaran, pendampingan ke-IT-an, membangun jaringan kerjasama dan pembiayaan, pelatihan-pelatihan dapat dirancang dengan memanfaatkan dan membangun kolaborasi dan sinergisitas pemangku kepentingan yang telah ada,”ujar Suherman.

Koriadi selaku panitia penyelenggara, Sekretaris Ketua Komunitas UMKM Talino Khatulistiwa yang juga Pengusaha LadaMax yang sudah mengantongi Sertifikasi Halal dari LPPOM MUI Kalbar mengemukakan, pihaknya sangat berharap ada soliditas dan solidaritas para UMKM di Kabupaten Bengkayang dalam menumbuhkembangkan Lembaga UMKM Bumi Sebalo ini sehingga kita tidak mengulangi kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan daerah lain dalam mengantisipasi khususnya Pos Lintas Batas Negara Jagoi Babang (Kabupaten Bengkayang) dengan Serikin (Sarawak Malaysia).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *