Kalbar Utus Peserta Uji Kompetensi Pendamping UMKM

DENPASAR- Menyadari pentingnya kompetensi, profesionalitas dan tanggjungjawab dalam melakukan pendampingan dan pembinaan kepada UMKM, Center for Integrated Services of SMEsCo, Pusat Layanan Usaha Terpadu – Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM) Provinsi Kalimantan Barat, mengutus peserta untuk mengikuti Uji Kompetensi Pendamping UMKM di Denpasar, Propinsi Bali, yang berlangsung Kamis 16 – 18 Mei 2019.

Demikian dikemukakan Suherman SE selaku Koordinator Konsultan Pendamping PLUT-KUMKM Prov. Kalbar, Jumat 17 Mei 2019, sehubungan dengan keikutsertaan peserta Uji Kompetensi Pendamping UMKM dari PLUT-KUMKM Kalbar.

Menurut Suherman siap atau tidak siap, mau atau tidak mau semua jenis bidang pekerjaan harus memiliki kompetensi standar yang diuji oleh lembaga yang terpercaya untuk melakukan pengujian. “Pasar kerja ke depan mengutamakan kompetensi pekerja, pekerja yang profesionalitas dan pekerja yang bertanggungjawab. Untuk membuktikan seseorang memenuhi kriteria yang diharapkan maka harus bisa menunjukkan sertifikat hasil uji kompetensi dimaksud,”ujar Suherman.

Sebagaimana diketahui, PLUT-KUMKM Kalbar mengutus Abdullah Husaini SE untuk mengikuti Uji Kompetensi Pendamping UMKM di Bali. Terlaksananya Uji Kompetensi ini berkat dukungan penuh Kementerian Koperasi dan UKM Uji kompetensi ini diikuti oleh kurang lebih 30 konsultan PLUT-KUMKM dari 5 daerah berbeda yakni Propinsi Bali, NTB, Kalimantan Barat, Kabupaten Gianyar, dan Kota BIMA.

Dalam pembukaan acara Uji Kompetensi Pendamping UMKM tersebut, Eviyanti Nasution selaku Asisten Deputi Pendampingan Usaha Kedeputian Restrukturisasi Usaha Kemenkop UKM RI mengemukakan, uji kompetensi ini penting sebab kedepan konsultan pendamping UMKM harus lebih dahulu kompeten dan profesional sebelum melakukan pendampingan.  “Pelaksanaan uji kompetensi tahun 2019 ini merupakan batch ketiga, setelah, Banda Aceh dan Surakarta,” kata Eviyanti.

Dikemukakan, tahun ini Kemenkop UKM RI menargetkan akan memfasilitasi uji kompetensi 330 orang di 11 lokasi, yang tujuan akhirnya untuk memastikan semua konsultan PLUT-KUMKM memiliki sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional.

Eviyanti menjelaskan, pada tahun 2018 lalu, Kemenkop dan UKM telah memfasilitasi uji kompetensi bagi 200 orang konsultan pendamping UMKM di Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Kalimantan Barat dan Jawa Timur.

Kegiatan uji kompetensi di Denpasar ini diikuti 30 Konsultan PLUT-KUMKM dari Propinsi Bali, NTB, Kalimantan Barat, Kabupaten Gianyar, dan kota BIMA. "Pelaksanaan uji kompetensi ini merupakan batch ketiga, setelah Banda Aceh dan Surakarta. Didasarkan atas Permenkop UKM nomor 02/2016 tentang Pendampingan Usaha Mikro, dan Kecil, kepmennaker Nomor 181/2017 tentang penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia bidang pendamping UMKM, dan permenkop UKM nomor 04/2018 tentang Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia bidang pendamping UMKM." Ujar Eviyanti.

"Tahun ini kami memfasilitasi uji kompetensi bagi 330 orang di 11 lokasi, dengan tujuan memastikan semua konsultan PLUT-KUMKM memiliki sertifikat kompetensi yg diakui secara nasional." Imbuhnya.

Di bagian akhir sambutannya Eviyanti Nasution menjelaskan tentang rencana penerbitan Direktori Pendamping UMKM Edisi II sebagai dukungan Kementerian KUKM RI dalam mempromosikan keberadaan para pendamping UMKM profesional di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Semua konsultan PLUT-KUMKM dan pendamping UMKM di berbagai program diharapkan mendaftar agar bisa dipromosikan secara luas jasa pendampingannya bagi mendukung terwujudnya KUMKM Naik Kelas.

Payung hukum pelaksanaan kegiatan uji kompetensi Konsultan Pendamping UMKM ini didasarkan pada Permenkop UKM nomor 02/2016 tentang Pendampingan Usaha Mikro, dan Kecil, Kepmennaker Nomor 181/2017 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia bidang Pendamping UMKM, dan Permenkop UKM Nomor 04/2018 tentang Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia Bidang Pendamping UMKM.

Secara terpisah, salah seorang peserta uji kompetensi konsultan pendamping UMKM, Abdullah Husaini SE yang juga Konsultan Pendamping Bidang Kelembagaan PLUT-KUMKM Kalbar mengemukakan, kesempatan untuk bisa mengikuti uji kompetensi ini sangat berarti bagi proses pendampingan kepada penggiat UMKM kelak di Kalimantan Barat. “Semoga UMKM di Kalimantan Barat dapat Naik Kelas dengan mendapatkan dampingan yang benar dari konsultan yang kompeten, profesional dan bertanggungjawab,”ujar Abdullah Husaini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *