Bertahan Hampir 10 Tahun, Pisang Raket Nyaris Tanpa Identitas

Banda Aceh, 29 April 2019 - Ladong Aceh Besar. Dikutip (Antaranews Aceh) - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyatakan Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong dapat menjadi andalan kemajuan ekonomi provinsi setempat. Ladong yang merupakan suatu desa yang berada di Aceh Besar ini memiliki potensi besar untuk berkembang, sehingga harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di Aceh Besar khususnya dan Aceh umumnya.

Salah satu andalan masyarakat Desa Ladong terutama di Komplek Perumahan Indrapatra yaitu Pisang Raket. Pisang Raket yang merupakan pisang yang dibelah-belah yang kemudian disusun menjadi bentuk seperti rakit (salah satu alat transportasi di sungai). Mata pencaharian utama masyarakat Ladong khususnya kaum ibu-ibu ini ialah membuat Pisang Raket. Proses pembuatan Pisang Raket ini sangat unik mulai dari proses pengelupasan pisang, penjemuran dan pengorengan hingga kemasan.

Pembuat Pisang Raket ini bermula dari kegiatan ibu-ibu yang mencari nafkah membantu para sang suami. Pekerjaan tersebut dilakukan untuk dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga. Namun banyak kendala yang mereka keluhkan mulai dari bahan baku, peralatan dan pemasaran yang terkadang sangat tidak wajar. Setiap pagi para wanita hebat Ladong mencari pisang ke pasar Lambaro Aceh Besar. Pagi buta mereka harus rela menunggu pisang yang dibawa para tengkulak (Agen) namun terkadang pisang yang ditawarkan tidak semua dapat dibeli untuk pembuatan pisang raket. Pisang harus benar-benar yang berkualitas bagus agar mendapatkan olahan pisang raket lebih berkualitas. Tidak hanya itu, peralatan dan bahan baku untuk pembuatan pisang raket masih sangat tradisional baik dalam penjemuran, penggorengan dan bahkan pengemasan yang masih tradisional.

Belum lagi Para wanita hebat Ladong juga mengeluh harga jual yang sangat murah. Harga pisang rakit per buah dijual sekitar 800 rupiah ke pasar Lambaro. Namun para agen pasar kemudian menjual dengan harga 20.000 ribu per kemasan yang berisi 3 buah pisang rakit. Hal itu sangat tidak wajar bagi mereka yang terkadang harus rugi namun apalah daya masyarakat demi kelangsungan hidup.

Melalui kegiatan Mentor Bisnis, PLUT-KUMKM mengirim 2 orang Konsultan yaitu Dody Resmal, ST., MT dan Khairunnisa M, SP pada tanggal 9 April 2019 menjadi sebuah pencerahan bagi masyarakat Perumahan Indrapatra khususnya. Mereka berharap pemerintah setempat dapat menindaklanjuti dan memberikan bantuan untuk memajukan dan mengembangkan usaha tersebut. Selain itu, adanya bantuan dari segi pengembangan kemitraan dan kemasan sehingga produk yang dihasilkan dapat dijual sendiri tanpa harus melibatkan agen. (PJK/Khairunnisa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *