Martius: Lulusan SMK Pertukangan St. Yusup Pasti Terampil

KUBU RAYA- Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertukangan Santu Yusup dijamin pasti bisa terampil dibidang membuat dan mendesain mebel dan finishing, gambar bangunan dan menyusun RAB, kemampuan dasar mengukir dan menguasai program Autocad.

Serapan pasar kerja memang selalu ada, tetapi yang kita harapkan adalah bagaimana lulusan SMK Pertukangan Santu Yusup mampu menciptakan lapangan kerja sendiri sehingga mampu menyerap tenaga kerja yang ada di Kalimantan Barat terkhusus mampu memanfaatkan sumber daya alam komoditi kayu pertukangan yang menjadi ciri khas daerah Kalimantan.

Demikian disampaikan Martius Akui SE., M. Sos selaku Kepala SMK Pertukangan  Santu Yusup, didampingi Guru Pembina, Yohanes Susanto dan Januarius S. ST, Rabu 13 Maret 2019, saat menerima kunjungan kerja Konsultan Pendamping Center for Integrated Services of SMEsCo, Pusat Layanan Usaha Terpadu – Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM) Prov. Kalbar, di Jalan Adisucipto Km 8,2 Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Dikemukakan Martius Akui, visi SMK Pertukangan St. Yusup adalah menjadi lembaga pendidikan teknologi pertukangan yang unggul, berinovasi, profesional dan religius dalam semangat Santu Yusup. Sedangkan misinya adalah mendidik siswa selaras dengan dinamika ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek); Mendidik siswa menjadi lulusan yang konpeten dibidang desain dan produksi kriya kayu dan teknik gambar bangunan; Mendidik siswa menjadi lulusan yang humanis dan religius.

Adapun tujuan diselenggarakannya pendidikan SMK Pertukangan St. Yusup adalah terwujudnya tamatan yang selaras dengan dinamika ilmu pengetahuan dan teknologi; Terwujudnya lulusa yang kompeten dibidang teknik furniture dan teknik gambar bangunan; terwujudnya lulusan yang humanis dan religius.

Lebih lanjut Yohanes Susanto menjelaskan sampai saat ini SMK Pertukangan St. Yusup yang berdiri sejak tahun 1928 masih diakui sebagai salah satu SMK terbaik di Kalimantan Barat, terkhusus untuk jurusan Kriya Kreatif Kayu dan Rotan, dan Desain Permodelan dan Informasi Bangunan/Teknik Gambar Bangunan.

Dalam beberapa even nasional SMK Pertukangan St. Yusup pernah berprestasi mewakili Kalbar untuk Lomba Keterampilan Siswa (LKS) Tingkat Nasional bidang cabinet making, joinery dan wood craft. “Apalagi dengan ketersediaan asrama putra dan asrama putri, ruang komputer, ruang perustakaan, sarana olahraga, band sekolah, tempat praktek/bengkel yang lengkap, menjadikan SMK Pertukangan St. Yusup menjadi salah satu sekolah kejuruan berprestasi di Kalbar,”ujar Yohanes Susanto.

Dibawah naungan Yayasan Santu Yusup Keuskupan Agung Pontianak, SMK Pertukangan St. Yusup, konsisten menerapkan pola belajar mengajar yang mengutamakan praktek 60 persen dan teori 40 persen.

Suherman, SE selaku Koordinator Konsultan Pendamping PLUT-KUMKM Prov. Kalbar dalam kesempatan itu mengemukakan, secara akademis pihaknya tidak meragukan pembekalan keterampilan kepada siswa didik SMK Pertukangan St. Yusup yang mengutamakan praktek sebanyak 60 persen dan teori 40 persen.

Namun disisi lain, ujar Suherman, para siswa perlu dibekali pengetahuan terkait kewirausahaan agar setelah tamat mampu menjadi wirausaha muda yang tangguh dan profesional. Mampu memanfaatkan potensi sumber daya alam kayu pertukangan secara arif dan bijaksana.

Kekhasan Kalimantan Barat sebagai daerah penghasil kayu perlu terus dijaga dan dipertahankan dengan menciptakan tenaga-tenaga terampil dalam mengolah kayu pertukangan untuk kepentingan rumah tangga dan industri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *