Agus Wibowo: UMKM Sektor Mamin Perlu Urus Sertifikasi Halal

PONTIANAK- Untuk memastikan produk UMKM sektor makanan minuman siap bersaing dalam era ASEAN Economic Community, maka perlu kesamaan persepsi bagi pengusaha UMKM sektor makanan minuman untuk mengurus Sertifikat Halal.

Pentingnya Sertifikasi Halal bagi pengusaha UMKM sektor makanan minuman karena tuntutan konsumen dalam negeri sendiri dan tuntutan konsumen luar negeri yang semakin selektif.

Demikian dikemukakan Dr. M. Agus Wibowo M. Si selaku Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan Konsumen Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Provinsi Kalimantan Barat, Senin 11 Maret 2019, saat menerima kunjungan kerja Konsultan Pendamping Center for Integrated Services of SMEsCo, Pusat Layanan Usaha Terpadu – Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM) Prov. Kalbar, di Jalan D. A. Hadi, Komplek Masjid Raya Mujahidin, Pontianak.

Dikemukakan Agus Wibowo, visi LPPOM MUI Prov. Kalbar adalah menjadi lembaga sertifikasi halal terpercaya di Indonesia dan dunia untuk memberikan ketentraman bagi umat Islam serta menjadi pusat halal dunia yang memberikan informasi, sosuli dan standar halal yang diakui secara nasional dan internasional. Sedangkan misinya adalah menetapkan dan mengembangkan standar halal dan standar audit halal; Melakukan sertifikasi produk pangan, obat dan kosmetika yang beredar dan dikonsumsi masyarakat; Melakukan edukasi halal dan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk senantiasa mengkonsumsi produk halal; Menyediakan informasi tentang kehalalal produk dari berbagai aspek secara menyeluruh.

“Intinya, dengan berlandaskan hukum Islam, scientific research dan budaya, pihak LPPOM MUI melakukan kajian kehalalan bahan pangan obat-obatan dan kosmetika secara cermat agar konsumen tidak dirugikan,”ujar Agus Wibowo.

Sementara itu Suherman SE, selaku Koordinator Konsultan Pendamping PLUT-KUMKM Prov. Kalbar dalam kesempatan itu mengemukakan pihaknya perlu memacu semakin banyak pengusaha UMKM sektor makanan minuman untuk segera mengurus sertifikasi halal dan sekaligus mau menjembatani kesulitan pemahaman yang selama ini dialami para pengusaha UMKM.

“Namun pengusaha UMKM makanan minuman juga perlu menyadari konsistensi usaha setelah mengantongi sertifikasi halal, agar serius mengurusi usahanya sampai menjadi pengusaha yang profesional dan mandiri,”ujar Suherman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *