Muare Pesisir Fokus Menyisir Perekonomian Air Asin Payau dan Tawar

KUBU RAYA- Karakteristik masyarakat yang bermukim di kawasan air asin, payau dan air tawar Sungai Kapuas dengan mata pencaharian nelayan dan pertanian dataran rendah,  hutan gambut dengan vegetasi dominan hutan bakau menjadi titik perhatian serius Credit Union Muare Pesisir (CUMP) dalam berkiprah dibidang sosial ekonomi kerakyatan di Kalimantan Barat.

Dengan karakteristik geografis dan pembagian struktur sosial ekonomi spesifik air asin, payau dan tawar tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi insan koperasi untuk menelisik kehidupan komunitas agraris perairan, hutan rawa dan pantai dengan menawarkan pendekatan alternatif ekonomi kerakyatan berbasis kultural melalui CUMP ini.

Demikian dikemukakan Yansyah selaku Ketua CUMP didampingi M. Tahir SH, MH selaku Sekretaris, Arief Suhartono, SE selaku Sekretaris Pengawas, Mustain, S.Sos.I selaku General Manager CUMP, Junaidi selaku Manager Kantor Cabang dan Musifah Rasidin selaku Kepala bagian Keuangan, Rabu 6 Maret 2019 di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, saat menerima kunjungan kerja Konsultan Pendamping Center for Integrated Services of SMEsCo, Pusat Layanan Usaha Terpadu – Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM) Prov. Kalbar.

Lebih jelas Mustain selaku General Manager CUMP memaparkan CUMP adalah lembaga yang dimiliki oleh sekumpulan orang yang saling percaya dalam ikatan pemersatu, yang bersepakat untuk menabungkan uang mereka sehingga menciptakan modal bersama guna dipinjamkan di antara sesama mereka dengan bunga yang layak untuk tujuan produktif dan kesejahteraan. Visi CUMP adalah Menjadi Credit Union Yang Berkualitas dan Terpercaya. Sedangkan misinya Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Anggota Melalui Penyadaran, Pendampingan Dan Pelayanan Keuangan. Slogan CUMP adalah Bekerjasama Wujudkan Kebersamaan. Berdiri tanggal 10 Mei 2003. Dan bergabung dengan Puskopdit BKCU Kalimantan tanggal 04 Februari 2004.

Sementara itu Suherman selaku Koordinator Konsultan Pendamping PLUT-KUMKM Prov. Kalbar mengemukakan pihaknya dalam melakukan pendampingan kepada koperasi dan UMKM berupaya menjalin kerjasama dengan stakeholder strategis yang reputabel agar terjadi peningkatan keuangan inklusif dan meningkatan literasi keuangan pada masyarakat secara umum dan khususnya insan koperasi dan pengusaha UMKM. “Literasi keuangan yang well literate itu artinya memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga jasa keuangan serta produk jasa keuangan, termasuk fitur, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban terkait produk dan jasa keuangan, serta memiliki keterampilan dalam menggunakan produk dan jasa keuangan secara tepat sasaran,”ujar Suherman.

Kunjungan kerja ini, ujar Suherman, untuk memberi dukungan kepada CUMP agar tetap bersemangat bekerja mengemban kepentingan anggota dalam bingkai ekonomi kerakyatan berbasis potensi sumber daya alam yaitu kawasan air asin, payau dan air tawar Sungai Kapuas dengan mata pencaharian nelayan dan pertanian dataran rendah,  hutan gambut dengan vegetasi dominan hutan bakau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *