Pasar Modern Perlu Bersinergi Dengan UMKM

PONTIANAK-  Untuk mempersiapkan kegiatan Temu Mitra KUMKM  yang efektif dan efisien dengan mengoptimalkan keterlibatan stakeholder strategis yang reputable di Kota Pontianak,  Kementerian Koperasi Dan UKM RI melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Koperasi  UKM Prov. Kalbar.

Rapat koordinasi ini bermaksud mengidentifikasi stakeholder strategis yang reputable untuk mengusung kegiatan Temu Mitra KUMKM Kalbar yang sedianya akan diselenggarakan sekira bulan Maret 2019.

Demikian dikemukakan Abdul Latif selaku Kepala Bidang Kemitraan Usaha pada Asdep Pengembangan dan Penguatan Usaha,  Deputi Restrukturisasi Usaha, Kemenkop UKM RI, Kamis 14 Februari 2019, di Kantor Dinas Koperasi UKM Prov. Kalbar, Jalan Sutan Syahrir Nomor 5, Pontianak. Turut mendampingi dalam rapat koordinasi tersebut Drs. Muhyiddin, M. Si selaku Plt Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Prov. Kalbar, Yefrizal SE, MM selaku Kasi Pengembangan Penguatan Dan Perlindungan Usaha Kecil pada Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Prov. Kalbar dan Suherman, SE selaku Koordinator Konsultan Pendamping Center for Integrated Services of SMEsCo, Pusat Layanan Usaha Terpadu – Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM) Prov. Kalbar. Diikutsertakan pula sekira 20 pengusaha UKM dan Usaha Menengah, untuk diidentifikasi kesiapannya untuk mendukung acara kegiatan Temu Mitra KUMKM  nantinya.

Dikemukakan Abdul Latif, rencananya dalam kegiatan Temu Mitra KUMKM  itu Maret 2019 nantinya, selain diadakan Bimbingan Teknis juga akan dihadirkan usaha menengah atau usaha besar pengelola pasar modern untuk kita upayakan semacam kurasi agar terjadi sinergisitas dan simbiosis mutualisme dengan pengusaha UKM untuk bertransaksi dagang. Dalam rangka menjembatani pengusaha UKM dengan pasar modern berskala nasional inilah nantinya diharapkan kita mengetahui kendala dan harapan serta menjadi bahan kajian bersama tentang bagaimana pola hubungan yang ideal antara produsen UKM dan pasar modern.

Sementara itu Drs. Muhyiddin, M. Si selaku Plt. Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Prov. Kalbar mengemukakan, karakteristik pasar modern dalam pengelolaan usahanya harus benar-benar dipahami oleh calon mitra UKM. Jika sedari awal didampingi dalam proses negosiasinya dan hal-hal lain terkait hak dan kewajiban dicermati dan dipelajari, nanti yang terjadi adalah akan terbangun sinergisitas yang menyejahterakan sektor hulu dan hilir dari mata rantai kegiatan UMKM itu sendiri sehingga UMKM Naik Kelas.

Suherman, SE selaku Koordinator Konsultan Pendamping PLUT-KUMKM Prov. kalbar dalam kesempatan terpisah mengemukakan, pihaknya membenarkan, kehadiran pasar modern memang tak dapat dihindarkan untuk kota-kota besar, tapi membawa manfaatkah bagi pengusaha kecil, itu yang menjadi persoalan selama ini. “Jika masing-masing didampingi dalam proses mediasi mengenai hak dan kewajiban, tentu tidak muncul persoalan dikemudian hari,”ujar Suherman yang siap mengawal secara teknis proses mediasi pengusaha mikro dan kecil dengan pengelola pasar modern dan ritel lainnya.

Selama ini, untuk Kota Pontianak yang sudah ada Transmart dan Megamall, simbiosis mutualisme yang terjadi berjalan lancar dengan pengusaha mikro dan kecil. Bahkan ada indikasi prospek yang menggembirakan. Namun bagi pengusaha mikro dan kecil yang belum memulai akan dilakukan kurasi terkait kelayakan produk terkhusus pangan yang dipersyaratkan, juga sebab akibat yang terkait hak dan kewajiban antara pengelola pasar modern dengan pengusaha mikro dan kecil. “Asalkan konsisten, niscaya relasi pengusaha mikro dan kecil dengan pihak kami akan berjalan langgeng dan saling membawa keberuntungan,”ujar perwakilan dari manajemen Transmart dan Ayani Megamall.

Diakhir rapat koordinasi identifikasi stakeholder strategis yang reputable untuk mengusung kegiatan Temu Mitra KUMKM Kalbar Maret 2019 mendatang, Muhyiddin  mngemukakan, pihaknya menyambut baik rencana kurasi dan bimbingan teknis terkait kemudahan dan kelancaran produk-produk pengusaha mikro dan kecil untuk memasuki pasar modern sebagai etalase berjualan yang sudah menjadi tuntutan masyarakat modern.

“Namun demikian, sebelum memasuki pasar modern, hendaknya hal-hal yang terkait produk, produktivitas dan ketentuan yang dipersyaratkan juga harus terpenuhi dengan benar, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan,”ujar Muhyiddin yang ingin agar produk-produk unggulan Kalimantan Barat benar-benar menjadi produk UMKM yang patut dibanggakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *