Muhyiddin: Pemerintah Kalbar Fokus Program Wirausaha Pemula

PONTIANAK- Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mempunyai program menumbuhkembangkan wirausaha pemula bagi generasi milenial agar siap memasuki pasar kerja dan bahkan diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja.

Kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat disektor pemberdayaan UMKM ini diwujud-nyatakan melalui serangkaian kegiatan pendampingan, pembinaan dan bimbingan teknis yang lebih operasional lagi akan dilakukan oleh para konsultan pendamping di Center for Integrated Services of SMEsCo, Pusat Layanan Usaha Terpadu – Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM) Prov. Kalbar yang secara khusus dipersiapkan oleh Kementerian Koperasi UKM RI sejak tahun 2014.

Demikian dikemukakan Drs. Muhyiddin, M. Si selaku Plt. Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Prov. Kalbar, Rabu 13 Februari 2019, dihadapan sekitar 100 peserta kegiatan Program “Aku Saudagar Muda” PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI di Ibis Hotel, Pontianak.  Turut mendampingi Fatmawati, M. Pd, selaku Kabid Pembinaan SMU/SMK Dinas Pendidikan Prov. Kalbar, Suherman, Se selaku Koordinator Konsultan Pendamping PLUT-KUMKM Prov. Kalbar dan M. Farid Ma’rof, Pimpinan Cabang BNI Pontianak.

Farid Ma’rof mengemukakan tujuan utama digelarnya “Aku Saudagar Muda” adalah untuk menciptakan pengusaha-pengusaha muda sejak dini, dalam hal ini mengajak para pelajar dari berbagai sekolah menengah atas (SMA) atau sekolah menengah kejuruan (SMK) yang ada di Kota Pontianak.

Dikemukakan, program pengembangan kewirausahaan sejak dini seperti Program “Aku Saudagar Muda” sangat penting bagi generasi milenial untuk mengenal dan memahami dunia wirausaha sejak dini serta tumbuh menjadi pribadi yang kreatif. Kreativitas yang terlatih sejak dini menjadi modal utama kemandirian generasi muda pada saat dewasa kelak.

Program “Aku Saudagar Muda” perlu digelorakan karena untuk menumbuhkan jiwa bisnis pada generasi milenial, perlu pendampingan sejak awal, mulai dari menanamkan motivasi berbisnis, mengenal dunia bisnis, hingga melakukan praktik bisnis di dunia nyata.

Secara terpisah Suherman mengemukakan,  program mempersiapkan generasi milenial untuk menjadi wirausaha pemula yang tangguh menjadi sangat penting karena tantangan dunia usaha ke depan yang diutamakan adalah mereka yang kreatif dan inovatif memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komputer.

Apalagi secara akademis kurikulum, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang memiliki program kejuruan, bidang keahlian, program studi keahlian dan bahkan sampai detail pada kompetensi keahlian khusus, harusnya menghasilkan lulusan yang siap memasuki pasar kerja dan bahkan mampu menciptakan lapangan kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *