PLUT-KUMKM Kalbar Kunjungan Kerja Ke SUPM Negeri Pontianak

PONTIANAK- Potensi dan tantangan global dalam persaingan di era maritim harus dihadapi generasi muda dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan kelautan dan perikanan.

Untuk memastikan generasi muda benar-benar dipersiapkan agar siap mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia dimana Indonesia sendiri memiliki potensi yang sangat besar di sektor maritim, maka Center for Integrated Services of SMEsCo, Pusat Layanan Usaha Terpadu – Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM) Prov. Kalbar mengadakan kunjungan kerja ke Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Pontianak.

Demikian dikemukakan Suherman SE selaku koordinator Konsultan Pendamping PLUT-KUMKM Prov. Kalbar, Kamis 7 Februari 2019, saat melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Pontianak, Jalan Pembangunan Nipah Kuning, Pontianak, Kalimantan Barat.

Sareh, S. Pi selaku Humas yang juga Wakil Kepala SUPM Pontianak,  dalam kesempatan itu menjelaskan SUPM Pontianak didirikan oleh Pemerintah Daerah propinsi Kalbar pada tahun 1971 dengan status SUPM Daerah dibawah binaan Dinas Perikanan Provinsi Kalimantan Barat yang semula berlokasi di Sungai Raya, Kota Pontianak.  Pada tahun 1986 dengan adanya bantuan Bank Dunia untuk mendirikan Kampus Baru maka diserahkan kepada pemerintah pusat (Departemen Pertanian) sehingga statusnya menjadi Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Negeri Pontianak Berlokasi di Jl. Pembangunan Nipah Kuning Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat dengan luas  lahan ±  4,6  Ha.

Setelah terbentuknya Departemen Kelautan dan  Perikanan pada tahun 2000 dari Departemen Pertanian menyerahkan kepada Departemen Kelautan dan Perikanan sebagai UPT (Unit Pelaksanaan Teknis) Pusat Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan, seiring dengan hal ini SPP berganti nama menjadi SUPM Negeri Pontianak hingga sekarang. Pada tahun 1991 memperoleh hibah tanah untuk lahan Praktek Budidaya Air Tawar yang berlokasi di Desa Pak Bulu, Kec. Anjongan, Kab. Mempawah, yang luas lahannya mencapai 8 ha. Serta Lahan Budidaya Air payau yang berlokasi di Sungai Purun seluas ± 4 ha.

Dikemukakan Sareh, visi SUPM Negeri Pontianak adalah Menghasilkan tenaga  teknis tingkat menengah yang Inovatif dan kompeten untuk masa depan yang lebih baik. Sedangkan misi SUPM Negeri Pontianak adalah Menghasilkan sumber daya manusia kelautan dan perikanan tingkat menengah yang profesional dan berdaya saing tinggi; Melaksanakan sistem pendidikan kelautan dan perikanan yang inovatif, efektif dan efisien; Melaksanakan dan mengembangkan kelembagaan pendidikan kelautan dan perikanan.

Sareh menjelaskan, SUPM Negeri Pontianak memiliki 4 program keahlian yaitu, Program Keahlian Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan (TPHP), Program Keahlian Teknologi Budidaya Perikanan (TBP), Program Keahlian Teknika Perikanan Laut (TPL), Program Keahlian Nautika Perikanan Laut (NPL). “Lulusan SUPM Negeri Pontianak yang melalui keempat program keahlian tersebut, semakin dilengkapi dengan sertifikasi keahlian, sehingga respon pasar kerja khususnya luar negeri sudah tak terbendung lagi,”ujar Sareh.

Sehubungan dengan kunjungan kerja PLUT-KUMKM Prov. Kalbar, Suherman menjelaskan pihaknya ingin meningkatkan peran lulusan SUPM Negeri Pontianak agar siap berkontribusi terhadap potensi kemaritiman dan perikanan tawar, payau dan asin yang sangat memerlukan sentuhan-sentuhan generasi muda yang inovatif.

“Bahwa pasar kerja di luar negeri sangat responsif terhadap lulusan SUPM Negeri Pontianak ini kita patut bangga karena mereka disana menjadi pahlawan devisa, tetapi kekayaan maritim dan perikanan yang ada di Kalimantan Barat ini lantas siapa yang menggarapnya,”ujar Suherman.

Dikemukakan Suherman, jika potensi maritim dan perikanan tersebut tidak dimanfaatkan, maka banyak kerugian yang akan terjadi. Misalnya, aset sumberdaya kelautan akan menjadi incaran masyarakat dunia. Kita tidak mau Indonesia akan menjadi negara penonton dan hanya penjaga lalu lintas maritim.

Oleh karena itu, Suherman mengajak kepada seluruh anak bangsa untuk bergabung, menuntut ilmu serta mengabdi pada sektor kelautan dan perikanan untuk membangun dan mewujudkan Indonesia sebagai negara poros maritim dunia yang kuat dan berdaulat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *