ARANG PUN JADI ……………….

CIS BANJARBARU.  Salah satu program kerja PLUT-KUMKM Banjarbaru adalah mencari potensi produk unggulan daerah yang  kedepannya bisa menjadi ikon Kota Banjarbaru.

Ada pelaku UMKM Rumah Peng-Arangyang usahanya di bidang penyedia bahan bakar arang.........................

Mendengar kata ARANG, hal pertama yang muncul dalam pikiran kita adalah HITAM, kotor, panas, debu dan asap. Bahkan, seketika teringat sate atau ikan bakar. Aroma asap bercampur bumbu yang terbakar langsung begitu saja terbayang. Ya, karena ARANG memang identik dengan produk kuliner tersebut. Itu dulu...........

Perlu kita tahu, kini di balik sebongkah ARANG,  ada  beragam  manfaat  hebat yang bisa ditemui di beberapa bidang bahkan sampai pada gaya hidup. Satu hal lagi, selain bidang kuliner, energi, kesehatan, militer, industri, ARANG kini merambah ke bidang fashion juga kriya dan seni. Di tangan para kreator yang kreatif,   ARANG   bukan   lagi   menjadi sebuah komoditas remeh, namun, naik kelas menjadi produk bernilai tinggi sehingga memberikan dampak positif pada   kondisi   sosial   juga   kelestarian lingkungan.

Puluhan tahun, Kalimantan Selatan menjadi salah satu produsen ARANG terbesar di Indonesia. Dimana ribuan ton arang tiap bulan diproduksi, dikemas secara curah dan diekspor ke beberapa negara tujuan. Seperti, negara‐negara Timur Tengah, Jepang, Korea, Tiongkok dan beberapa negara di benua Eropa dan lainnya.

Keresahan     yang     muncul     adalah     dampak kelestarian   lingkungan    dan    keberlangsungan produksi. Dimana, permintaan ARANG curah yang terus meningkat tiap tahun, namun semakin jauh jarak sumber bahan baku dengan lokasi produksi dan tidak adanya penanaman kembali.

Tahun 2013, Rumah Peng-Arang mendapat kesempatan belajar langsung kepada tenaga ahli pembuatan ARANG berkualitas premium dari Jepang. Beda dengan kualitas ARANG yang beredar selama ini, dimana secara ilmiah karakteristik ARANG masuk kategori arang aktif (activated carbon).

Pasca penguasaan proses produksi, mulai pendekatan kepada warga untuk bergabung dan terlibat langsung. Berawal dari dua tungku pembakaran,  selang   lima   tahun   berjalan,  kini sudah mencapai lima puluh tungku pembakaran murni milik warga lokal.

Di bawah pendampingan PLUT-KUMKM Kota Banjarbaru Rumah Peng-Arang yang dimotori Narwanto, terus berupaya mengeksplore potensi produk turunan arang.

Maret tahun 2017, Rumah Pengarang menjadi salah satu Finalis Nasional Wirausaha Muda Mandiri mewakili Kalimantan di kategori Wirausaha Sosial Mandiri. Dengan konsep yang ditawarkan adalah satu Rumah Pengarang dapat    meredam  efek pembakaran lahan satu hektar per tahun.

Rumah Peng-Arang  menawarkan warna yang berbeda, walau masih banyak kalangan menganggap produknya yang tidak lazim. Namun, ketidaklaziman inilah justru menjadi kekuatan utama, bagaimana mengangkat ARANG menjadi produk lokal yang bernilai internasional.

Pertengahan tahun 2017, RUMAH PENGARANG meluncurkan produk bermerek NAJUNE Binchotan, berfokus pada pengenalan akan manfaat ARANG kualitas premium selain untuk bahan bakar.

Dimulai dari kota Banjarbaru, seiring dengan perhatian pemerintah kota kepada pelaku usaha mikro kecil menengah, yang banyak memberikan fasilitas berupa even yang terus bergulir.

Satu hal yang masih menjadi tantangan adalah regulasi terkait tentang ijin edar, belum ada kategorinya yang sesuai penggunaan arang sebagai karbon aktif yang bisa digunakan bersamaan dengan air minum, sehingga diperlukan kolaborasi dengan pihak akademisi bahwa hasil penelitian ilmiah akan sangat membantu dan memperkuat dalam mengedukasi calon pengguna. Melihat perkembangan ini, telah disiapkan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang untuk Rumah Peng-Arang.

 

# Rencana Jangka Pendek

‐     Terus mengenalkan keberadaan Rumah Peng-Arang

‐     Terus mengggali potensi produk yang bisa dihasilkan dengan cara uji coba secara berkesinambungan

‐     Berkolaborasi sesama pelaku UMKM lainnya untuk produk yang inovatif.

# Rencana Jangka Menengah

‐      Membangun  rumah   produksi   terkonsep  kawasan,  lengkap   dengan   tungku   pembakaran  skala laboratorium, guna menggali secara kontinyu peluang varian baru

‐     Memberikan dampak secara nyata untuk sosial dan lingkungan di Banjarbaru khususnya

# Rencana Jangka Panjang

‐     Menjadikan Rumah Peng-Arang sebuah destinasi menarik di Banjarbaru

‐     Menyiapkan kebun plasma untuk bahan baku sesuai kualitas yang sudah ditetapkan.

Strategi pemasaran secara online dan offline digunakan untuk menjangkau calon konsumen lebih luas. Media sosial menjadi prioritas utama, e‐commerse, kerjasama iklan dengan media online didukung dengan pemasaran offline seperti penawaran langsung ke calon pengguna, mengikuti expo atau even rutin baik di Banjarbaru maupun diluar kota.

Karena dianggap sebuah produk berbahan baku yang tidak lazim, justru menjadi kekuatan utama produk.  Selain unik, setiap produk yang diedarkan adalah edisi terbatas. Sebab, tidak akan bisa mendapatkan desain yang sama tiap produk, sehingga tidak akan ditemukan di belahan hati yang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *