PLUT-KUMKM Kalbar Kunjungan Kerja ke SMKN 6 Pontianak Utara

PONTIANAK- Tujuh Konsultan Pendamping Center for Integrated Services of SMEsCo, Pusat Layanan Usaha Terpadu – Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT KUMKM) Provinsi Kalimantan Barat pada Kantor Dinas Koperasi UKM Provinsi Kalimantan Barat tertarik dengan kompetensi keahlian para pelajar jurusan Desain dan Produksi Kria Tekstil, Desain dan Produksi Kria Keramik, Desain dan Produksi Kria logam dan Desain dan Produksi Kria Kayu, pada Sekolah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6 (SMKN 6) , Pontianak Utara.

Ketertarikan dengan desain dan produksi kria tekstil, keramik, kayu dan logam para pelajar SMKN 6 yang terletak di Jalan 28 Oktober, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak tersebut setelah melihat langsung kemampuan para pelajar membuat desain dan memproduksi langsung tekstil, keramik, kayu dan logam.

Demikian diungkapan Suherman SE selaku Koordinator Konsultan Pendamping PLUT-KUMKM Prov. Kalbar, Kamis 17 Januari 2019, dalam kunjungan kerja Tim Konsultan PLUT-KUMKM Prov. Kalbar di SMKN 6 yang diterima langsung Drs. Rohmadi Suhariyanto, Kepala Sekolah SMK Negeri 6, didampingi Retno W selaku Humas dan Eko Joko M selaku Guru pada jurusan Desain dan Produksi Keramik.

Dijelaskan Suherman, salah satu program kerja PLUT-KUMKM Prov. Kalbar Tahun 2019 adalah menumbuhkembangkan para wirausaha pemula di Kalimantan Barat.  Untuk melakukan pendampingan, pembinaan dan pelatihan terkait pemahaman berwirausaha tersebut potensi dan sasaran yang diincar adalah para lulusan SMK baik yang negeri maupun yang swasta. “Kunjungan ke SMKN 6 ini adalah kunjungan pertama untuk melihat sejauhmana para pelajar khususnya merespon dunia usaha melalui pilihan jurusan yang telah diambil dibangku sekolah,”ujar Suherman.

Sementara itu Rohmadi Suhariyanto dalam kesempatan itu mengemukakan, secara kurikulum SMKN 6 tidak ada masalah dalam proses belajar mengajar dengan siswa yang berjumlah lebih 500 orang. “Teori dan kemampuan membuat desain sampai kemampuan membuat produk tekstil, keramik, kayu dan logam, kami tidak ragukan lagi, termasuk jurusan multimedia. Tetapi setelah tamat SMKN 6, bagaimana keberlanjutan dari bekal ketrampilan yang sudah ditekuni selama 3 tahun inilah yang menjadi masalah dan sekaligus menjadi tantangan,”ujar Rohmadi.

Dikemukakan Rohmadi Suhariyanto, memang ada wadah alumni untuk kita bisa memonitor apa kegiatan para pelajar setelah tamat, tapi tidak lebih dari itu. “Bagi yang kuliah tentu punya kesibukan baru dengan pilihan jurusan yang diminati, tetapi bagi yang bekerja, tentu harapannya pasar menyerap mereka sesuai dengan ketrampilan yang sudah dibekali di sekolah,”ujar Rohmadi.

Mengenai ketersediaan bahan baku praktek keramik, Eko Joko M mengemukakan, selama ini pihaknya memanfaatkan pasokan dari kemitraan strategis yang telah dibangun dengan sebuah perusahaan di Wajok. Namun menyinggung prasarana di workshop yang ada, khusus kria kayu, logam dan keramik memerlukan daya listrik yang cukup tinggi. “Khususnya tungku pembakaran keramik karena kualitas kria keramik yang dihasilkan dilihat dari kesempuran pengeringannya di tungku pembakaran listrik yang ada,”ujar Eko Joko M yang dibenarkan Retno W.

Melihat antusiasme para pelajar dan pihak SMKN 6 dalam merespon dunia usaha kelak setelah tamat, pihak PLUT-KUMKM Prov. Kalbar dan SMKN 6 melihat perlu ada tindaklanjut semacam kerjasama agar lulusan SMKN 6 yang tidak terserap perguruan tinggi karena sesuatu dan lain dapat mandiri dengan bekal ketrampilan yang sudah dimiliki.

Menurut Suherman, pihaknya siap mendampingi para pelajar SMKN 6 karena keberadaan PLUT-KUMKM Prov. Kalbar adalah lembaga yang memberikan pendampingan dan pemberdayaan lainnya kepada koperasi dan usaha kecil dan menengah secara komprehensif dan terpadu untuk meningkatkan produksi, produktivitas, nilai tambah dan daya saingnya.  Pendampingan yang dilakukan PLUT-KUMKM adalah proses peningkatan produktivitas dan daya saing koperasi dan UMK melalui bimbingan konsultasi dan advokasi yang dilakukan oleh konsultan-konsultan pendamping sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI, Nomor: 02/KEP/DEP.4/I/2018 tentang Petunjuk Teknis Program Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Tahun 2018.

Sementara itu Drs. Rohmadi Suhariyanto, Kepala Sekolah SMK Negeri 6, didampingi Retno W selaku Humas mengemukakan pihaknya berupaya memanfaatkan proses pendampingan yang nantinya akan dilakukan pihak PLUT-KUMKM Prov. Kalbar kepada para pelajar. “Kami senang jika para siswa didik kami mendapatkan pemahaman yang benar tentang dunia usaha terkait masalah dan tantangan aspek pembiayaan, kelembagaan, produksi, IT, pengembangan jaringan kerjasama, pemasaran dan SDM dari PLUT-KUMKM nantinya,”ujar Rohmadi.

Sebagaimana diketahui, tahun 2016, SMKN 6 ini pada kompetensi kejuruan ke -24 di Malang mendapat juara tiga Kria Keramik dan Kria Tekstil. Pada tahun 2017 dengan lomba yang sama  di tempat yang berbeda yaitu di Solo mendapatkan juara satu Kria Tekstil dan juara tiga Kria Keramik. Tahun 2018 mendapat juara dua Kria Kramik Tingkat Nasional di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

"Prestasi demi prestasi yang telah diraih SMKN 6 inilah yang membuat PLUT-KUMKM Prov. Kalbar perlu memberikan dukungan agar serapan pasar kerja seirama dengan kualitas lulusan yang dihasilkan sekolah ini,"ujar Suherman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *