Komunitas UMKM Talino Khatulistiwa Jalin Kerjasama Dengan PLUT-KUMKM Kalbar

PONTIANAK- Untuk menjamin berlangsungnya kegiatan ekonomi mikro kecil menengah yang sesuai dengan koridor yang telah ditetapkan Pemerintah dan dalam rangka mendukung upaya Pemerintah agar UMKM Naik Kelas, maka Komunitas UMKM Talino Khatulistiwa menjalin kerjasama dengan Center for Integrated Services of SMEsCo, Pusat Layanan Usaha Terpadu – Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT KUMKM) Prov. Kalbar.

Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama atau Memorandum of Agreement antara Komunitas UMKM Talino Khatulistiwa dengan PLUT-KUMKM Prov. Kalbar tersebut dilaksanakan Jumat 18 Januari 2019, di Gedung PLUT-KUMKM Prov. Kalbar, Jalan Sutan Syahrir No. 5 Pontianak.

Menurut Suherman selaku Koordinator Konsultan Pendamping PLUT-KUMKM Prov. Kalbar, pihaknya menilai awal membangun organisasi dengan bekerjasama yang diikat dengan semacam nota kesepakatan bersama semacam ini harusnya menjadi kesadaran kita bersama. “Etika berorganisasi yang benar itu adalah membangun sinergisitas. Tetapi ketika kerjasama tidak diikat dengan penandatanganan nota kesepakatan bersama, maka hubungan kerjasama menjadi hambar dan sinergisitas hanya sekedar slogan,”ujar Suherman.

Sebagaimana diketahui, PLUT-KUMKM Prov. Kalbar adalah lembaga yang memberikan pendampingan dan pemberdayaan lainnya kepada koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah secara komprehensif dan terpadu untuk meningkatkan produksi, produktivitas, nilai tambah dan daya saing.  Pendampingan PLUT-KUMKM adalah proses peningkatan produktivitas dan daya saing koperasi dan UMK melalui bimbingan konsultasi dan advokasi yang dilakukan oleh konsultan-konsultan pendamping sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI, Nomor: 02/KEP/DEP.4/I/2018 tentang Petunjuk Teknis Program Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Tahun 2018.

Sementara itu, Koriadi selaku Sekretaris Komunitas UMKM Talino Khatulistiwa mengemukakan visi yang ingin dicapai adalah bagaimana menjadikan Komunitas UMKM Talino Khatulistiwa ini menjadi profesional berbasis ekonomi kerakyatan. Sedangkan misinya ingin menjadi rumah bersama untuk solusi UMKM, menjadi rumah mediasi dan informasi UMKM, menjadi rumah belajar untuk UMKM dan ingin membangun jejaring dengan stakeholder strategis yang reputable untuk bertumbuh-kembangnya UMKM.

Dijelaskan Koriadi, pihaknya merasa terpanggil untuk menghimpun para anggota yang berusaha disektor, wirausaha, swasta, non formal, mandiri dan profesional yang ingin berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat pada umumnya. “Komunitas UMKM Talino Khatulistiwa ingin ada keterpadu-serasian dalam pengelolaan sumber daya alam baik dari sektor dan industri hulu dan maupun sektor dan industri hilir dalam perspektif agroekologis,”ujar Koriadi.

Meskipun baru muncul, ujar Koriadi, pihak Komunitas UMKM Talino Khatulistiwa ingin bergerak secara berdayaguna dan berhasil guna dengan membangun relasi dengan stakeholder strategis yang reputable. Menjalin dengan stakeholder strategis yang reputable seperti PLUT-KUMKM Prov. Kalbar inilah yang kami harapkan karena masalah dan tantangan usaha mikro kecil menengah sekarang ini semakin komplek apalagi diperkotaan.

Sementara itu Elisabeth Lilis, selaku Bendahara Komunitas UMKM Talino Khatulistiwa mengemukakan, maksud dan tujuan kerjasama dengan PLUT-KUMKM Prov. Kalbar ini adalah untuk melakukan serangkaian kegiatan pembinaan, pelatihan, pendampingan terkait produksi dan produktivitas, nilai tambah dan daya saing pada produk yang dihasilkan.

Adapun rincian kerjasama dimaksud adalah pihak Komunitas UMKM Talino Khatulistiwa melakukan pengorganisasian rukun untuk memudahkan pendampingan dan pembinaan serta advokasi kepada para anggotanya. Sedangkan pihak PLUT-KUMKM Prov. Kalbar menyediakan tenaga konsultan pendamping untuk melakukan pembinaan, pelatihan, pendampingan spesifikasinya pada bidang pemasaran, SDM, kelembagaan, produksi, pengembangan jaringan kerjasama, pengembangan IT dan pembiayaan.

Menurut Suherman, pentingnya kerjasama ini bertujuan meningkatkan profesionalisme para pengusaha mikro kecil menengah dalam mengembangkan usahanya masing-masing. “Apalagi secara spesifik Komunitas UMKM Talino Khatulistiwa mengedepankan aspek-aspek agroekologis, ekonomi berbasis kerakyatan, mengarus-utamakan peran koperasi, mengakomodir pengetahuan asli masyarakat, ada kesinambungan hulu dan hilir sehingga menjadi pengusaha yang tangguh tapi bermartabat dan berdaulat,”ujar Suherman.

Menyinggung program kerja yang akan dilakukan di tahun 2019, Vincent Julipin selaku Ketua Komunitas UMKM Talino Khatulistiwa dalam kesempatan terpisah mengemukakan pihaknya sedang menyusun rencana aksi yang disesuaikan dengan ritme kegiatan para anggota. “Jangkauan kami ke depan tidak hanya komunitas UMKM yang ada di Kota Pontianak, tetapi juga akan menjangkau seluruh kabupaten dan kota yang ada di Kalimantan Barat,”ujar Vincent.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *