Komunitas UMKM Talino Khatulistiwa Fokus Ekonomi Berbasis Kerakyatan

PONTIANAK- Untuk mendukung program Pemerintah dibidang penciptaan lapangan pekerjaan, pengembangan entrepreneurship dan program wirausaha mandiri yang tangguh, Komunitas UMKM Talino Khatulistiwa mengukuhkan diri sebagai mitra strategis pengembangan ekonomi berbasis kerakyatan.

Penekanan pada upaya pengembangan ekonomi berbasis kerakyatan ini dimaksudkan untuk mempersiapkan generasi-generasi muda yang berpengetahuan memadai dibidang entrepreneurship seperti pemasaran, kelembagaan, produksi, SDM, IT, pembiayaan dan kemampuan membangun jaringan kerjasama, sehingga ketika dalam menjalankan usahanya sudah mampu memprediksi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang ada.

Dengan adanya wadah Komunitas UMKM Talino Khatulistiwa ini diharapkan menjadi  rumah bersama untuk saling berbagi informasi, saling membangun sinergisitas yang terpadu sehingga ada kekompakan dan saling menguatkan dalam menekuni bidang usahanya masing-masing.

Demikian dikemukakan Vincent Julipin selaku Ketua Komunitas UMKM Talino Khatulistiwa, didampingi Koriadi sebagai Sekretaris dan Elisabeth Lilis sebagai Bendahara, Minggu 6 Januari 2019, seusai terbentuknya wadah para pengusaha mikro kecil menengah yang bernama Komunitas UMKM Talino Khatulistiwa, di Pontianak.

Menurut Vincent, wadah Komunitas UMKM Talino Khatulistiwa ini dibentuk untuk menghimpun para entrepreneur yang belum terakomodir dalam organisasi sejenis yang lebih menekankan keanggotaan yang formal dan ketentuan-ketentuan yang mengikat lainnya.  Sementara di sektor ekonomi kerakyatan Komunitas UMKM Talino Khatulistiwa melihat banyak pengusaha mikro, kecil dan menengah yang lebih suka didekati dengan cara-cara non formal namun tetap mengikuti regulasi yang ada.

Sementara itu Koriadi dan Elisabeth Lilis melihat bahwa sektor pertanian dan ketahanan pangan di pedesaan tetap harus menjadi prioritas yang perlu dilakukan Komunitas UMKM Talino Khatulistiwa dalam program kerjanya, karena yang terjadi selama ini masyarakat pedesaan mulai terimbas pola pikir yang instant akibat derasnya arus informasi dan mudahnya komunikasi dengan dunia luar tanpa ada pihak yang dipercaya tampil sebagai penyaring informasi secara benar dan bertanggungjawab.

Menyinggung program kerja Komunitas UMKM Talino Khatulistiwa, Vincent mengemukakan, pihaknya dalam waktu depat ini akan menjajaki kerjasama dengan Center for Integrated Services of SMEsCo, Pusat Layanan Usaha Terpadu – Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT KUMKM) Prov. Kalbar, koperasi-koperasi dan lembaga-lembaga yang peduli dengan pengembangan ekonomi berbasis kerakyatan. “Artinya sektor hulu ekonomi kerakyatan harus seirama dengan sektor hilir yang lebih komplek,”ujar Vincent.

Wacana pembentukan Komunitas UMKM Talino Khatulistiwa ini sudah diprakarsai sekira Maret 2017, setelah ada keseriusan dari anggota yang berhimpun sekitar 30 orang maka secara resmi Komunitas UMKM Talino Khatulistiwa hadir untuk berpartisipasi menyejahterakan rakyat Kalimantan Barat umumnya dan khususnya Kota Pontianak. “Tidak menutup kemungkinan akan membangun jaringan di 14 Kabupaten/Kota lain,”ujar Vincent.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *