UMKM Pontianak Membangun Smart Branding 2019

PONTIANAK- Membuat brand berarti membuat identitas. Pentingnya identitas agar kita mudah memperkenalkan diri kita kepada relasi. Membangun relasi yang percaya harus dimulai dari memperkuat identitas.

Jika setiap produk yang dihasilkan semakin diperkuat dengan desain brand yang  fleksibel, individualitasnya kuat dan ada unsur kesederhaan yang berarti tidak rumit, maka secara sadar kita sudah menggiring produk kita untuk meraih pasar yang ingin dicapai melalui konsep yang disebut smart branding.

Demikian dikemukakan Setiawan Hakim dari Oscoin Creative Design, Jakarta, dalam acara Meningkatkan Daya Saing UMKM Melalui “Smart Branding” yang diselenggarakan atas kerjasama dengan Isun Vera, PLUT-KUMKM Prov. Kalbar dan Program Studi Magister Manajemen Universitas Tanjung Pura, Jumat 4 Januari 2019 di Lantai II, Gedung PLUT-KUMKM Kalbar, Jl. Sultan Syahrir No. 5, Pontianak.

Menurut Setiawan Hakim yang spesialis bergelut di dunia usaha Creative Design di bilangan Tubagus Angke, Jakarta Barat ini, pengusaha khususnya UMKM yang punya produk yang nyata bisa kelihatan seperti makanan olahan dan kuliner lainnya serta kerajinan, harus kuat bermain dikemasan. Semakin menarik kemasan yang dibuat semakin membuat orang teringat, terpikat dan berminat untuk membeli atau memilikinya.

Oleh karena itu, ujarnya, tidak ada pilihan bagi UMKM untuk mempercantik kemasan untuk memperkuat brand atau “smart branding” sehingga pasar bisa dikuasai.

Secara terpisah M. Mardian Holdi, selaku Ketua Tim Kelompok UMKM Program Studi Magister Manajemen Universitas Tanjung Pura Tahun 2018/2019, mengemukakan salah satu sasaran yang ingin diraih dalam kelompok studi magister adalah ingin mendampingi para penggiat UMKM dan ingin mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang mereka dalam berkiprah di Kota Pontianak khususnya.  “Dengan mengetahui kiprah para penggiat UMKM di Kota Pontianak ini, mempermudah kami untuk mendeskripsikan secara objektif keberadaan mereka,”ujar Mardian.

Sementara itu Suherman SE selaku Koordinator Konsultan Pendamping PLUT-KUMKM Prov. Kalbar mengemukakan, pihaknya ingin agar para penggiat UMKM senantiasa mendapat pencerahan baru terkait Smart Branding secara umum dan khususnya terkait packaging atau kemasan produk.

Mengenai keberadaan Program Studi Magister Manajemen Universitas Tanjung Pura, ujar Suherman, sebaiknya kedepan secara legal kita buat semacam nota kesepakatan kerjasama dengan PLUT-KUMKM Prov. Kalbar agar upaya menangani KUMKM dapat kebih komprehensif, terpadu dan tepat sasaran.

Sunani selaku Owner Isun Vera, yang sudah sangat dikenal dengan produk turunan berbasis tanaman lidah buaya, khas Kota Pontianak, secara terpisah mengemukakan, menjadi bagian kepeduliannya untuk menghadirkan Oscoin Creative Design dari Jakarta agar para penggiat KUMKM di Kota Pontianak dapat meningkatkan jatidirinya ke arah Smart Branding yang dapat memperkuat pasar dan meningkatkan omzet. “Smart Branding harus multifaset yaitu lebih dari sekadar logotype. Sebuah merek yang tidak hanya kuat dikenali dan konsisten, tetapi juga harus kreatif dan inventif,”ujarnya.

Diakhir pemaparannya Setiawan Hakim mengajak kepada peserta yang berjumlah 25 orang agar mulai membangun smart branding dengan menjalin komunikasi yang inten dengan stakeholder strategis yang reputable mampu meyakinkan para penggiat UMKM memperkuat citra produk yang dihasilkan dengan kemasan yang fleksibel, individual dan sederhana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *