PLUT-KUMKM Kalbar Dampingi Warga Binaan Pemasyarakatan LAPAS Klas IIA Pontianak

PONTIANAK- Untuk mendukung program pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang ada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Pontianak, pihak Lapas berupaya menggandeng pihak yang peduli terkhusus untuk membuat kegiatan latihan keterampilan kerja (kegiatan pelatihan) dan kegiatan kerja atau produksi bagi WBP berupa kegiatan produksi.

Demikian kata sambutan Farhan Hidayat, Bc.IP, S. Sos, M. Si selaku Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Pontianak, Rabu 26 Desember 2018, seusai menandatangani Nota Kesepakatan Kerjasama dengan  pihak Nutti Gallery Home Decor dan Center for Integrated Services of SMEsCo, Pusat   Layanan Usaha  Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah   (PLUT-KUMKM)    Prov. Kalbar, di Lantai II Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Pontianak Jl. Adisucipto, Kab. Kubu Raya , Km. 06.

Dijelaskan Farhan Hidayat, adapun maksud dan tujuan ditandatanganinya Nota Kesepakatan Kerjasama ini adalah para pihak sepakat mengadakan kerjasama untuk melakukan serangkaian kegiatan pembinaan, pelatihan, pendampingan terkait produksi dan produktivitas, nilai tambah dan daya saing kerajinan tangan yang dihasilkan.

Sedangkan rincian kerjasama dimaksud adalah dengan cara Nutti Gallery Home Decor melakukan pendampingan teknis kepada WBP yang menjadi ruang lingkup kelola Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Pontianak. Dan pihak PLUT-KUMKM Kalbar menyediakan tenaga konsultan pendamping untuk melakukan pembinaan, pelatihan, pendampingan (pemasaran, SDM, kelembagaan, produksi, pengembangan jaringan kerjasama, pengembangan IT dan pembiayaan),  agar WBP mendapatkan program-program pemberdayaan yang tepat sasaran.

Dikemukakan Farhan Hidayat,  adapun kesepakatan kerjasama ini dibuat bertujuan untuk membantu WBP mengembangkan dirinya dan mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat dengan memberi bekal keterampilan kepada WBP, sekaligus merupakan bagian aktifitas WBP untuk menambah pengetahuan dan keterampilan serta penghasilan.

“Pihak Lapas senantiasa membuka diri kepada pihak yang peduli pada upaya pembinaan kepada warga binaan pemasyarakatan yang jumlahnya sekitar seribu orang. Dan kami senantiasa berupaya agar para warga binaan pemasyarakatan ini nanti kelak menjalani kegiatan-kegiatan produktif yang sudah dipelajari, ditekuni selama berada di lingkungan lembaga pemasyarakatan ini,”ujar Farhan Hidayat.

Hal yang sama dikemukakan Nuryani selaku Pimpinan Nutti Gallery Home Decor, yang sebagai Rumah Produksi ingin fokus mengembangkan aneka produk kerajinan dengan memadukan unsur lokal/etnis khas Kalbar.  Nutti Gallery Home Decor adalah Rumah Produksi bersama yang berbasis pemberdayaan yang merangkul pengrajin lokal. Nutti Gallery Home Decor juga menjadi tempat untuk memajang dan menjual aneka produk hasil kreatifitas pengrajin. Nutti Gallery Home Decor juga berfungsi sebagai wadah wirausaha sosial  yang fokus membantu mitra kerja menjadi mandiri dan memiliki pemahaman di bidang produksi dan kewirausahaan secara benar.

Menurut Nuryani, pihak Nutti Gallery Home Decor berkewajiban berproduksi dan meningkatkan produktivitas, nilai tambah dan daya saing kerajinan tangan secara berkesinambungan. Berkewajiban mempersiapkan hal-hal teknis terkait kerajinan tangan yang ingin dikerjakan didalam Lembaga Pemasyarakatan. Berkewajiban melatih hal-hal teknis terkait kerajinan tangan yang ingin dikembangkan. Berkewajiban menyusun jadual pembinaan, pelatihan, pendampingan terkait produksi dan produktivitas.

Sementara itu Suherman, SE selaku Koordinator Konsultan Center for Integrated Services of SMEsCo, Pusat   Layanan Usaha  Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah   (PLUT-KUMKM)    Prov. Kalbar, dalam kesempatan itu mengemukakan PLUT-KUMKM adalah lembaga yang memberikan pendampingan dan pemberdayaan lainnya kepada koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah secara komprehensif dan terpadu untuk meningkatkan produksi, produktivitas, nilai tambah dan daya saingnya.

Dikemukakan Suherman, pendampingan PLUT-KUMKM adalah proses peningkatan produktivitas dan daya saing koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah melalui bimbingan konsultasi dan advokasi yang dilakukan oleh konsultan-konsultan pendamping sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI, Nomor: 02/KEP/DEP.4/I/2018 tentang Petunjuk Teknis Program Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Tahun 2018.

Oleh karena itu, ujar Suherman, kami merasa ikut bertanggung jawab terhadap pola pembinaan WBP yang dijalankan di lembaga pemasyarakatan ini agar kelak setelah habis menjalan masa pembinaan didalam lapas bisa melanjutkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan dibawah dampingan dari kami bersama lembaga PLUT-KUMKM Kalbar ini.

“Sinergisitas dalam mempersiapkan WBP agar menjadi pribadi-pribadi yang mandiri dan produktif semacam ini yang menjadi fokus PLUT-KUMKM Kalbar agar pihak warga binaan pemasyarakatan Lapas Klas IIA Pontianak ini sewaktu mereka kembali ke masyarakat menjadi pribadi-pribadi yang mandiri dan menekuni bidan usaha yang telah dikuasainya,” ujar Suherman.

Sementara itu Mego Sukoco SH, MH selaku Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Pontianak mengemukakan, Nota Kesepakatan Bersama antara Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Pontianak, Nutti Gallery Home Decor dan Center for Integrated Services of SMEsCo, Pusat   Layanan Usaha  Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah   (PLUT-KUMKM)    Prov. Kalbar ini berlangsung selama 3 tahun. “Dan secara teknis nanti kita akan menyusun kegiatan-kegiatan pendampingan dan pelatihan yang sesuai dengan situasi dan kondisi warga binaan pemasyarakatan sendiri,”ujar Mego Sukoco.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *