Pelatihan dan Pembinaan Administrasi UMKM Cilacap bersama BPJS Ketenagakerjaan

CIS Cilacap-- Gandeng BPJS Ketenagakerjaan Cilacap, Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Cilacap melalui PLUT adakan Kegiatan Pelatihan dan Pembinaan Administrasi Kepada Pemberi Kerja Sektor UMKM di Kabupaten Cilacap. Pelaksanaan pada hari Rabu, 28 November 2018, bertempat di RM. Hj. Nanik, Majenang. Diikuti oleh 100 pelaku usaha terdiri dari 80 dari klaster sale pisang dan olahan pisang, serta 20 dari klaster pariwisata.

Acara tersebut bertujuan memberikan bimbingan dan pengetahuan terkait pengelolaan administrasi usaha sebagai bentuk corporate social responsibility dari BPJS Ketenagakerjaan, sekaligus memberikan pemahaman dan kesadaran terhadap pelaku usaha tentang perlindungan terhadap diri pelaku usaha dan karyawannya terkait jaminan dan santunan terhadap faktor kecelakaan kerja yang bisa didapatkan jika terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan. Sebagaimana dijelaskan oleh Taufik Setyonugroho dari BPJS Ketenagakerjaan.

foto: Konsultan beri materi perencanaan usaha
Dilanjutkan dengan penuturan succes story dari ketua klaster sale pisang, Wawan Endar Sucipto. Tentang bagaimana dirinya terjun menjadi pelaku usaha sale pisang. Hingga perkembangan usahanya sampai saat ini. Harapannya dengan dukungan dari pemerintah kabupaten, melalui dibentuknya klaster sale pisang, akan memunculkan keterpaduan usaha terutama masalah produksi dan pemasaran.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pemaparan materi dari Fathur Rozi, SE Konsultan PLUT bidang pembiayaan. Yang diawali dengan pengenalan PLUT Cilacap berikut manfaat layanan yang bisa diperoleh oleh setiap pelaku usaha ketika bermitra dengan PLUT. Mengingat sebagian peserta masih awam tentang PLUT. Kemudian, dilanjutkan dengan materi perencanaan usaha. Banyak diantara pelaku usaha yang menjalankan usaha asal jalan atau berdasar dari pengalaman yang diperoleh semata. Sehingga dalam perjalanan mengembangkan usahanya mengalami kendala.

Perlunya perencanaan dalam hal produksi dan pemasaran. Juga harus didukung perencanaan finansialnya. Selama ini, banyak pelaku usaha mengaku masih membutuhkan tambahan modal usaha. Tanpa perencanaan dan tak tahu tujuannya sebenarnya untuk apa tambahan modal tersebut. Akibatnya, justru digunakan untuk kepentingan pribadi dan rumah tangga. Dan bila, hal tersebut berasal dari pinjaman perbankan, pelaku usaha kesulitan saat pengembalian.

Karenanya, diharapkan pelaku usaha bisa membuat sebuah perencanaan dalam menjalankan usaha. Agar lebih terarah hendak dikembangkan seperti apa usahanya. Hingga pada masanya, para pelaku usaha bisa lebih mandiri. Dan bisa dikatakan sebagai UMKM naik kelas.[fz]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *