Bank Sampah Rumput Hias MoU Dengan PLUT Kalbar

PONTIANAK- Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap daya dukung bumi bagi kehidupan yang layak huni bagi semua makhluk dan mengajak sebanyak mungkin stakeholder untuk menjadi komunitas sadar sampah, perlu dibangun komitmen yang saling mengikat satu dengan lain.

Demikian dikemukakan Muhayati selaku Manajer Bank Sampah Rumput Hias dan Suherman SE selaku Koordinator Konsultan Pendamping Center for Integrated Services of SMEsCo, Pusat Layanan Usaha Terpadu – Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM) Prov. Kalbar, Kamis 1 November 2018, dalam acara penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) antara Bank Sampah Rumput Hias dengan PLUT-KUMKM Kalbar di Jl. Petani, Gg. Berkat Usaha No. 53, Pontianak

Sebagaimana dikemukakan Muhayati, melalui wadah Bank Sampah Rumput Hias terhimpun sekira 30 orang anggota yang juga nasabah, untuk mulai mengumpulkan sampah rumah tangga yang diakumulasikan dalam bentuk tabungan. Pengelolaan sampah anorganik tersebut dengan harapan agar diolah kembali menjadi produk yang bernilai jual sebagai pendapatan bagi anggota itu sendiri.

Pihak Bank Sampah Rumput Hias, sebagai sebuah lembaga sosial masyarakat berbentuk bank dimana produk yang dilakukan adalah produk sampah olahan anorganik yang masih bernilai ekonomis dan ada jasa perbankan yang menyertai kegiatan tersebut seperti tabungan sampah dari hasil penjualan aneka kerajinan daur ulang sampah anorganik.

Sedangkan pihak PLUT-KUMKM Kalbar sendiri menurut Suherman, bersedia memberikan jasa-jasa layanan yang komprehensif dan mampu mengintegrasikan seluruh sumber daya produktif yang tersedia baik dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan stakeholder terkait. Adapun bentuk-bentuk pendampingan, layanan dan pembinaan yang akan dilakukan pihak PLUT-KUMKM Kalbar diantaranya pendampingan pemasaran, SDM, kelembagaan, produksi, pengembangan jaringan kerjasama, pengembangan IT dan pembiayaan,  di seputar bisnis sampah anorganik.

Dengan disepakatinya MoU antara Bank Sampah Rumput Hias dan PLUT-KUMKM Kalbar, diharapkan ke depan akan semakin banyak stakeholder dan anggota masyarakat yang peduli dan mewujud-nyatakan dalam perbuatan langsung yang memperlihatkan aksi peduli lingkungan dengan memperlakukan sampah secara arif dan bijaksana.

Menurut Muhayati, yang dilakukan masyarakat sekarang ini adalah baru dalam tahap sekedar memindahkan masalah sampah dari dalam rumah kemudian dipindahkan ke luar rumah. Tentang bagaimana riwayat sampah selanjutnya hampir luput dari kepedulian secara ekosistem. Padahal yang benar itu adalah harus ada kesamaan persepsi dan aksi bagi semua stakeholder memperlakukan sampah secara tepat, benar dan bertanggungjawab secara bersama-sama pula.

Semoga dengan kerjasama ini, ujar Suherman, menjadi awal komitmen yang baik untuk ditindaklanjuti semua stakeholder lainnya bagaimana memperlakukan sampah menjadi masalah kita bersama dan tidak lempar batu sembunyi tangan, serta mau peduli terhadap kelangsungan lingkungan hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *