UMKM Wajib Lakukan Pencatatan Keuangan

PONTIANAK- Salah satu tolak ukur kesuksesan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) adalah tingginya angka penjualan produk. Namun untuk mencapai tingginya angka penjualan, ada banyak hal yang harus dilakukan, seperti melakukan promosi, meningkatkan kualitas, dan memperbanyak produk. Banyaknya hal yang harus dilakukan demi mencapai tujuan tersebut akhirnya membuat kita lupa dengan satu hal yang sebenarnya sangat penting untuk dilakukan, yakni pencatatan keuangan.

UMKM yang benar dalam menjalankan bisnisnya haruslah perlu mengelola keungan secara benar. Tingginya angka penjualan belum berarti sejalan dengan keuntungan yang didapatkan. Pasalnya, keuntungan baru bisa didapatkan setelah kita mengurangi jumlah pemasukan dengan jumlah modal. Apabila modal yang diberikan juga tinggi, kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan besar pun akan semakin kecil. Untuk itulah kita membutuhkan pencatatan keuangan agar terlihat jelas bagaimana jumlah keuntungan UMKM yang kita jalankan dan apakah ada kerugian yang terjadi.

Demikian dikemukakan Dr. Haryono SE, MSI, Dr. Afrizal SE ME, Syarif Helmi SE. M Ak dan M. Fahmi, SE, MM Ak. CA dari Universitas Tanjungpura, dalam acara Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah dalam Penyusunsn Laporan Keuangan, Selasa 25 September 2018, bekerjasama dengan PLUT-KUMKM Prov. Kalbar di Gedung PLUT-KUMKM, Jl. Sultan Syahrir No. 5, Pontianak.

Dijelaskan, setiap bisnis, baik bisnis besar maupun kecil seperti UMKM  tentu perlu mengelola keuangan. Namun, banyak bisnis yang masih mengelola akuntansi secara manual. Padahal, di zaman teknologi seperti sekarang ini, pengusaha bisa memanfaatkan aplikasi akuntansi untuk membantu proses akuntansi dalam bisnis UMKM.

Dengan memahami akuntansi UMKM, ujar Haryono, kita dapat mengetahui kondisi finansial yang sedang kita kerjakan. Dengan mengetahui kondisi finansial yang ada dapat membantu dalam proses pengambilan keputusan.

Selain itu mempermudah proses pelaporan pajak dan dapat menentukan kelayakan usaha yang diambil sudah benar atau perlu perbaikan.

Terkait pada rencana pengembangan usaha sangat menentukan sekali bagaimana analisis finansial kelayakan usaha yang sedang dijalankan.

Sementara itu Fahmi dalam kesempatan itu mengemukakan, dengan UMKM menerapkan akuntansi dalam usahanya, ini akan membantu memudahkan mereka dalam mengevaluasi kinerja usaha mereka. Dengan evaluasi ini dapat menjadi pedoman bagi UMKM untuk menentukan jalur yang seharusnya diambil agar usahanya dapat maju dan berkembang.

Secara terpisah Abdullah Husaini selaku Konsultan Pendamping PLUT-KUMKM Kalbar dalam kesempatan itu mengemukakan, pihaknya merasa berterima kasih atas kesediaan Universitas Tanjungpura untuk memberikan pengetahuan diseputar akuntansi bagi UMKM binaan. “Semakin banyak yang melakukan pendampingan dan pembinaan kepada para penggiat UMKM akan semakin menunjukkan rasa kebersamaan untuk UMKM Naik Kelas sebagaimana yang diharapkan Pemerintah,”ujar Abdullah Husaini.

Dikemukakan Abdullah Husaini, Akuntansi UMKM ini bukan sekadar ilmu pengetahuan dan bukan hanya sekedar cukup diketahui semata, tetapi harus dipraktekkan langsung dalam kegiatan usaha masing-masing. “Kami dari PLUT-KUMKM akan dengan senantiasa memonitor setiap binaan untuk konsisten menerapkan akuntansi dasar UMKM,”ujar Abdul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *