PLUT-KUMKM Kalbar Coaching On The Spot Sentra Jagung Rasau Jaya

KUBU RAYA- Jagung sebagai komoditi unggulan one village one product (OVOP) masyarakat Rasau Jaya, harus semakin terus berinovasi bukan saja pada aspek produksi jagung semata tetapi harus bisa dikembangkan pada aspek keberagaman kuliner yang bisa diciptakan, ide agro-wisata dan bahkan lebih tematis lagi ke arah layanan edu-wisata bagi para pendidik dan anak didik.

Harapan agar jagung sebagai pintu masuk pemberdayaan ekonomi rumah tangga untuk bisa bertumbuh-kembang dan menjadi kebanggaan masyarakat di Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, ini perlahan-lahan mulai dirintis oleh Asosiasi Pekerja Migran Indonesia (APMINA) Kalimantan Barat bersama Kelompok Usaha Bersama Sumber Rejeki.

Demikian dikemukakan Sunarwi selaku Ketua APMINA Kalbar, Sri Dewi selaku Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sumber Rejeki dan Suherman SE selaku Koordinator Konsultan Pendamping Center for Integrated Services of SMEsCo, Pusat Layanan Usaha Terpadu – Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT KUMKM) Prov. Kalbar, Sabtu 15 September 2018 saat acara Coaching on the spot Bedah Product UMKM di Desa Rasau Jaya 3, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya.

Sebagaimana diketahui Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Pontianak dan Dinas Koperasi dan UKM Prov. Kalbar, telah menandatangani MoU untuk membuat semacam pilot project pendampingan yang optimal kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) Purna dan Keluarga di Kalimantan Barat. Lebih spesifik lagi pihak Dinas Koperasi dan UKM Prov. Kalbar menunjuk ketujuh konsultan pendamping PLUT-KUMKM untuk lebih teknis melakukan kegiatan sebagaimana yang diharapkan BP3TKI Pontianak.

Sebagai Ketua APMINA Kalbar, Sunarwi mengemukakan tujuan diadakannya coaching on the spot ini bertujuan agar produktivitas petani yang notabene anggota KUB Sumber Rejeki ini dapat terjaga dan bisa mendengarkan semua penjelasan dan pemaparan dari para konsultan pendamping PLUT-KUMKM Kalbar. “Jika tenaga konsultannya yang datang ke lokasi, harapannya semakin banyak warga sekitar yang tertarik untuk bergabung,”ujar Sunarwi.

Sedangkan Sri Dewi selaku Ketua KUB Sumber Rejeki mengemukakan dengan melihat langsung kegiatan produksi jagung dari hulu sampai hilir semacam ini, apa yang menjadi kekurangan anggota kami dalam mengolah pengananan dodol dan turunan lainnya dapat dikritisi bersama. “Selama ini kami kesulitan akses untuk menjalin kerjasama dengan para pihak yang peduli dengan isu jagung,”ujar Sri Dewi.

Sementara itu Suherman dalam kesempatan itu mengemukakan, diselenggarakannya Coaching on the spot Bedah Produk UMKM di Desa Rasau Jaya 3 ini adalah untuk meningkatkan kapasitas PMI Purna dan Keluarga. Peningkatan kapasitas PMI Purna dan Keluarga menjadi wirausaha UMKM ini penetrasinya nanti diharapkan mampu memasarkan produk secara digital atau e-commerce,”ujar Suherman.

Dikemukakan Suherman, keberadaan PLUT-KUMKM Kalbar sendiri dinilai tepat untuk mendampingi binaan BP3TKI Pontianak karena ada 7 (tujuh) konsultan pendamping UMKM yang membidangi konsultansi pendampingan bidang pemasaran, konsultansi pendampingan bidang kelembagaan, konsultansi pendampingan bidang produksi, konsultansi pendampingan bidang SDM, konsultansi pendampingan bidang IT, konsultansi pendampingan bidang pembiayaan dan konsultansi pendampingan bidang pengembangan jaringan kerjasama.

Dalam kegiatan coaching on the spot tersebut beberapa hal disepakati agar KUB Sumber Rejeki dalam pembuatan dodol jagung memperhatikan konsistensi: 1) Komposisi bahan-bahan yang digunakan; 2) Higienitas; 3) Kemasan yang dibuat agar menggunakan limbah jagung itu sendiri; 4) Pencatatan keuangan yang rapi.

Dari pihak konsultan pendamping PLUT-KUMKM sendiri berinisiatif untuk: 1) Memperbaiki tampilan label atau merek sehingga lebih memikat hati konsumen; 2) Membuka jaringan stakeholder yang lebih luas dan reputable untuk mendukung infrastruktur dan finansial serta kelembagaan yang kuat; 3) Konsisten melakukan pendampingan baik kepada APMINA maupun KUB Sumber Rejeki; 4) Melakukan kajian kemungkinan dibuat agro-wisata atau edu-wisata agar aspek hulu dan hilir dari komoditi jagung ini terpotret secara utuh dan terpadu sebagai sebuah upaya mengkampanyekan diversifikasi pangan.

Dalam kegiatan coaching on the spot tersebut, ketujuh konsultan pendamping mengunjungi usaha pertanian hidroponik yang coba dipadukan dengan kolam ikan milik Nur Azizah dan pembuatan Rengginang Al Hidayah milik Dewi Holisah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *