UMKM Cilacap Harus Naik Kelas

CIS Cilacap, Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DPKUKM) Kabupaten Cilacap kembali melaksanakan Rapat Koordinasi UKM pada Hari Jum’at tanggal 31 Agustus 2018. Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 pelaku usaha Cilacap. Dengan bertempat di PLUT Cilacap, rakor tersebut bertema UMKM Naik Kelas.

Acara tersebut oleh Dian Arinda Murni, SH,MM, Kepala DPKUKM. Dalam sambutannya, selain diharapkan terbangun pemahaman bersama tentang naik kelas, juga adanya transformasi ilmu dan pengalaman dari sesama pelaku usaha di Cilacap. Sehingga nantinya akan mendorong pelaku usaha untuk melakukan penetrasi pasar di kancah global dan internasional.

“PemKab melalui dinas telah banyak memfasilitasi pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya. Selain pameran-pameran berskala regional, nasional bahkan internasional. Juga yang kaitannya peningkatan produksi, semisal memfasilitasi bimbingan teknis, pelatihan teknologi tepat guna, juga yang baru terlaksana kemarin, yakni fasilitasi sertifikasi halal untuk makanan dan minuman kemasan.” Imbuh beliau.
UMKM naik kelas 3Go
Cak Samsul sampaikan metode 3Go!

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Samsul Hadi, SE, Direktur PEACBromo yang sekaligus Ketua ABDSI (Asosiasi Business Development Services Indonesia). Sengaja didatangkan untuk memberikan pemahaman dan pencerahan terkait UMKM naik kelas kepada para pelaku usaha di Cilacap. Cak Samsul juga menerangkan tentang paparan strategi pengembangan usaha melalui model UMKM naik kelas. Metode 3GO, yakni Go Modern; Go Digital; dan Go Global.

Go Modern, menitikberatkan pada sikap mental dan prilaku berwirausaha. Tidak hanya mengikuti tren yang sedang marak. Namun pelaku usaha harus bisa berperan dalam perkembangan dunia saat ini. Go Digital, optimalisasi teknologi khususnya teknologi informasi guna mendukung promosi dan pemasaran produk. Go Global, artinya UMKM baik pelaku maupun produknya harus siap masuk ke pasar global. Yang juga berarti UMKM harus siap bersaing dengan pelaku usaha dari luar negeri secara langsung.

Pada sesi tanya jawab, pengusaha batik Rajasa Mas Maos, yang sudah cukup berpengalaman dalam kancah internasional. Tonik Sudarmaji menyatakan siap untuk membawa kerajinan Cilacap Go Internasional. Selain batik sebagai salah satu produk unggulan, juga kerajinan seni yang lainnya. Karenanya perlu persatuan dari sesama pelaku usaha khususnya bidang kerajinan.

Karenanya perlu juga adanya standar kualitas produk, serta kerjasama dalam membuka pasar kerajinan Cilacap. Dari sinilah pentingnya membangun sistem dan jaringan mitra usaha.[fz]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *