Fransiska Mening: Kembangkan Kreativitas Kerajinan Di Rutan Putussibau

PONTIANAK- Tantangan dan hambatan yang paling berat untuk menghasilkan karya seni kerajinan tangan berbasis pengetahuan asli adalah ketersediaan bahan baku alami yang berhubungan erat dengan kelestarian hutan dan lingkungan hidup yang ada. Percepatan kerusakan heterogenitas hutan akibat kegiatan domestik warga tempatan dan ditambah lagi kegiatan perusahaan dalam skala besar yang juga merambah dan merusak hutan dan semak belukar yang ada mengakibatkan menipisnya ketersediaan bahan baku kerajinan tangan di alam bebas.

Selain itu semakin menurunnya minat generasi muda untuk menekuni karya seni kreatif berbasis pengetahuan asli dari generasi tua ini juga mengakibatkan semakin langkanya produksi karya seni khas masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu, sehingga belum menjadi sumber utama kehidupan masyarakat tempatan.

Demikian dikemukakan Fransiska Mening, Owner Kerawing Gallery yang juga penggiat seni aneka kerajinan tangan tenun, anyam dan manik-manik, Senin 7 Agustus 2018, di Gedung PLUT-KUMKM Prov. Kalbar, Jl. Sutan Syahrir No. 5, Kel. Sungai Bangkong, Kec. Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Untuk mengantisipasi faktor menipisnya ketersediaan bahan baku di alam bebas, ujar Mening, pihaknya punya keterbatasan otoritas untuk mengatur pemerintahan di era otonomi ini. Tetapi untuk mengatasi kurang minatnya generasi muda untuk menekuni karya seni kerajinan tangan ini, salah satu terobosan menarik yang dilakukan Mening adalah dengan membina para narapidana di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB, Putussibau.

Sebagaimana diketahui, Fransiska Mening sejak 2012 merintis berdirinya Kerawing Gallery yang beralamat di Jl. Pasar Inpres No. 1A Putussibau Kab. Kapuas Hulu, dengan memajang hasil kerajinan tangannya sendiri dan mulai membina para penggiat seni tenun dan anyaman yang ada disekitar tempat tinggalnya hingga kaum perempuan yang menghuni rumah panjang di kampung.

Awalnya pihak Rutan Putussibau mengira kegiatan Mening ini harus dibayar. Namun setelah dilakukan beberapa kali sosialisasi dengan membawa material kerajinan anyaman dan manik-manik untuk dikerjakan para narapidana yang berminat, maka mulai timbul kepercayaan. Bahkan pihak Rutan Putussibau menyediakan ruangan khusus semacam griya kerajinan tapi tetap dilingkungan rutan.

“Produk kerajinan tangan hasil dari binaan di Rutan Putussibau inilah yang mampu menjawab kebutuhan pasar,”ujar Mening. Apalagi, tambahnya, hasil penjualannya dapat langsung dinikmati anggota keluarganya.

Untuk mempercepat arus barang agar tidak terlalu lama menumpuk  di outlet, Mening mulai aktif memanfaatkan event pameran lokal, kabupaten, provinsi dan nasional. “Jika saya tidak membangun relasi diluar maka para penggiat seni kerajinan tenun dan anyaman yang mayoritas perempuan paruh baya di Rutan Putissibau dan di kampung-kampung akan menghentikan produktivitasnya karena barang seni tak laku,” ujar Mening yang November nanti genap berusia 46 tahun.

Untungnya respon pasar terhadap karya kerajinan tangan berupa tenun dan anyaman dari Kerawing Gallery ini selalu diminati, bahkan untuk produk-produk tertentu selalu kehabisan.

Menyinggung kepercayaan perbankan terhadap pengembangan kegiatan Kerawing Gallery, Mening menjelaskan, sampai saat ini Bank Mandiri konsisten memberikan pinjaman dana yang terus meningkat bahkan sampai dikisaran Rp 500 juta, Bank Mandiri siap memberikan suntikan dana.

Sementara itu secara terpisah Abdullah Husaini SE, selaku Konsultan Bidang Kelembagaan PLUT Prov. Kalbar mengemukakan, kegiatan Kerawing Gallery ini sudah seharusnya dibina secara permanen oleh Dinas terkait di Kabupaten Kapuas Hulu, karena tanpa dukungan stakeholder sekalipun, kegiatan Kerawing Gallery telah mengharumkan daerah.

Sedangkan Suherman selaku Koordinator Konsultan Pendamping PLUT Prov. Kalbar mengemukakan usaha yang sudah dijalankan Kerawing Gallery ini harusnya mendapat tempat yang semestinya di bawah Dekranasda Prov. Kalbar, karena produk kerajinan tenun dan anyaman yang dikerjakanya sudah cukup mengharumkan nama Kalimantan Barat dari keikutsertaan Fransiska Mening secara aktif dalam mengisi event regional, nasional dan bahkan internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *