Harus Ada Perencanaan dalam Menumbuhkembangkan Usaha

CIS Cilacap,-- Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Cilacap adakan kegiatan Bimbingan Teknis Manajemen Usaha bagi UMKM. Pelaksanaan pada Hari Jum’at 27 Juli 2018 dengan bertempat di Gedung PLUT Cilacap. Diikuti oleh 30 peserta dari pelaku usaha. Kegiatan tersebut merupakan upaya pemberdayaan dan fasilitasi bagi para pelaku usaha mikro, khususnya wirausaha pemula di Kabupaten Cilacap.

Pada acara tersebut, menghadirkan narasumber dari dinas dan konsultan PLUT. Yakni, Indriyati Dwi Cahyani, ST, MM selaku Kepala Bagian Perencanaan DPKUKM Kabupaten Cilacap dan Enden Primandhika, ST Konsultan PLUT Bidang SDM. Dalam pembukaan dan sambutannya, Sri Yani Anggraeni, SE, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi dan UKM DPKUKM Kabupaten Cilacap, menyampaikan potensi-potensi UKM yang ada di Kabupten Cilacap.

Indriyati memberikan paparan tentang pembagian usaha berdasar skala usaha sesuai Undang-undang No. 20 tahun 2008. Selain itu disampaikan pentingnya perencanaan dalam menjalankan usaha. Termasuk penilaian sederhana dalam melakukan studi kelayakan usaha yang akan maupun sedang dijalankan. Dengan menganalisa berdasarkan SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) ide-ide usaha yang sudah dipilih diseleksi dan diberikan penilaian (skoring) range 1 – 5 dengan melihat aspek kemudahan pasar, ketersediaan pasar, penguasaan dan penggunaan teknologi, keterampilan/ skill, serta permodalan.

Enden mengajarkan tentang pemetaan usaha melalui metode Smart Business Mapping (SBM). Yang selain digunakan untuk melakukan pemetaan terhadap potensi usaha yang dijalankan, juga sekaligus menentukan langkah dalam menjalankan kinerja selanjutnya dalam upaya teknis meningkatkan dan mendongkrak omset penjualan.

Sebelum sesi diskusi dibuka, ditambahkan materi pengenalan program LAMIKRO (Laporan Akuntansi Usaha Mikro) kepada para peserta bimtek. Tutorial membuat akun pada aplikasi lamikro, baik melalui web maupun aplikasi dari playstore. Juga pengenalan fitur-fitur yang bisa digunakan dalam mencatatkan laporan keuangan usaha.

Dari salah satu peserta mengutarakan persoalan terkait pemasaran produk keripik pisangnya selama ini. Hampir 90% promosi dan pemasaran dilakukan secara online melalui media sosial, dan membuka agen/ reseller kepada beberapa pengguna akun media sosial instagram untuk jualan. Yang jadi permasalahan yakni ketika dia akan membuka diri untuk menjual langsung tanpa melalui perantara pihak ketiga. Reseller banyak yang teriak protes, tukasnya.[fz]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *