Kaesang: Sang Pisang Mengangkat Citarasa Buah Lokal Kalbar

PONTIANAK-Sang Pisang hadir untuk mengangkat buah pisang, Musa paradisiaca, sebagai komoditi lokal yang sudah lama dikenal masyarakat menjadi produk kuliner yang bercitarasa milenial dengan mengedepankan olahan dan kemasan yang modern. Jika masyarakat Kota Pontianak sudah lebih akrab dengan goreng pisang srikaya, nanti Sang Pisang akan memasukkannya menjadi salah satu menu unggulan yang sudah lebih dikenal masyarakat.

Demikian dikemukakan Kaesang Pangarep, 24 tahun, putra bungsu Presiden RI, Joko Widodo, saat Grand Opening Outlet Sang Pisang ke-27, Minggu sore, 29 Juli 2018 di Jalan Gusti Hamzah, Pontianak, Kalbar.

Seusai pengguntingan pita yang dilakukan Drs. Dodi Riyadmadji, MM selaku Pj. Gubernur Kalbar, mengemukakan, kreativitas anak muda disektor informal semacam ini patut kita beri acung jempol terutama dalam menciptakan lapangan kerja di kalangan anak-anak muda itu sendiri.

“Kita perlu motivator dan inovator yang banyak dalam menciptakan lapangan kerja baru sehingga perekonomian daerah Kalimantan Barat semakin maju dan berkembang terkhusus melalui serapan tenaga kerjanya,”ujar Dodi Riyadmadji.

Sebagaimana diketahui, outlet Sang Pisang ke-27 ini mengangkat citarasa nugget pisang dengan beragam rasa ada chocolate, green tea, vanilla, tiramisu, strawberry, avocado dan taro, kemudian bisa ditambah dengan selara topping berupa cheese, almond, koko krunch, milo, oreo. “Jika setiap daerah ada citarasa baru maka outlet Sang Pisang ditempat itu akan menyesuaikan diri, seperti pisang goreng srikaya yang sudah sangat terkenal di Kota Pontianak ini,”ujar Kaesang.

Kreativitas Kaesang dibidang kuliner ini semakin terasah seusai berkuliah di Singapore Institute of Management University. Usaha kuliner dengan bahan dasar buah pisang ini merupakan produk kreatif dari putra bungsu Presiden RI Joko Widodo, Kaesang Pangarep.

Ke depan targetnya kalau bisa mencapai 300 outlet di seluruh Indonesia. Tujuannya untuk membuka lapangan pekerjaan sebanyak mungkin dan mensejahterakan petani pisang yang ada di Indonesia. “Sedangkan untuk membuka outlet di luar negeri, sekarang kita sedang dalam tahap penjajakan dan pembahasan yang serius. Pasti kita akan masuk ke pasar bebas,”ujar Kaesang yang mengenyam pendidikan dasar di SD Negeri 16 Mangkubumen Kidul, Laweyan, Solo.

Menyinggung bahan baku pisangnya, Kaesang menuturkan, pihaknya mengedepankan produksi petani pisang Kalimantan Barat sendiri. “Kalau perlu bahan baku ini kita pasok dari Pontianak untuk memenuhi kebutuhan outlet-outlet lainnya yang berkeinginan membuka usaha ini ditempat lain yang kekurangan bahan bakunya,”ujar Kaesang berharap agar petani pisang juga semakin bergairah.

Secara terpisah Suherman SE, selaku Koordinator Konsultan Pendamping PLUT-KUMKM Prov. Kalbar mengemukakan pihaknya senang ada inovator dan motivator muda seperti Kaesang di Kota Pontianak. “Disatu sisi Kaesang berbisnis diusia muda, namun disisi lain memberi motivasi kepada generasi muda yang lain untuk berani mengambil keputusan untuk berwirausaha mandiri,”ujar Suherman. Apalagi, tambahnya, dengan adanya kemitraan dengan Gojek yang diundang secara khusus dalam acara Grand Opening Outlet Sang Pisang ke-27 ini, maka perekonomian sektor informal diharapkan semakin bergairah sebab Kota Pontianak adalah barometer perekonomian Kalimantan Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *