Penggiat UMKM Kota Pontianak Siap Sambut 8000 Tamu Pesparawi

PONTIANAK- Untuk turut menyukseskan perhelatan akbar Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional ke XII, yang akan diselenggarakan di Pontianak pada 29 Juli sampai 3 Agustus 2018 mendatang, penggiat UMKM Kota Pontianak sudah mempersiapkan diri dengan menyiapkan produk unggulannya masing-masing.

Sebagaimana diketahui, Pesparawi Nasional ke XII ini dijadwalkan akan dibuka langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo, di Stadion Sultan Syarif Abdurahman (SSA) Pontianak. Pesparawi ke XII ini mengangkat tema Mataku Tetap Terarah Kepada Tuhan, Sebab Ia Mengeluarkan Kakiku dari Jaring (Mazmur 25:15), dan sub tema adalah Melalui Pesparawi, Gereja Memperbaharui Mental dan Komitmen Untuk Membebaskan Masyarakat Dari Jaring Kemiskinan dan Kerusakan Lingkungan Demi Indonesia Baru.

Sehubungan dengan perhelatan akbat Pesparawi Nasional ke XII tersebut, Drs. Muhyiddin, M. Si selaku Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov. Kalbar dan Suherman, SE selaku Koordinator Konsultan Center for Integrated Services of SMEsCo, Pusat Layanan Usaha Terpadu – Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT KUMKM) Prov. Kalbar, Rabu 11 Juli 2018,  mengemukakan pihaknya menyambut antusias perhelatan akbar ini. Dan berharap agar penggiat segera mempersiapkan jauh hari produk unggulannya masing-masing baik kuliner, produk kerajinan dan souvenir lainnya yang menjadi ciri khas Kota Pontianak khususnya dan Kalimantan Barat umumnya.

“Buatlah para tamu yang datang nanti terkesan dengan Kota Pontianak khususnya dan Kalimantan Barat umumnya,”ujar Muhyiddin.

Kepada penggiat UMKM Muhyiddin berpesan buatlah produk yang berkualitas. Jangan abaikan faktor hieginitas, gunakan bahan-bahan makanan yang hanya direkomendasikan BPOM agar tidak merugikan konsumen. Tonjolkan ciri khas Kota Pontianak seperti produk lidah buaya, camilan ikan olahan dan penganan tradisional lainnya. Sedangkan produk kerajinan patut ditonjolkan produk yang berbasis pengetahuan asli masyarakat Kalimantan Barat  sendiri seperti kain tenun ikat dan kerajinan miniatur lainnya yang bernuansa ekonomi kreatif.

Sementara itu Suherman mengemukakan event besar Pesparawi Nasional ke XII ini jauh hari sudah kita sosialisasikan kepada para penggiat UMKM binaan PLUT Prov. Kalbar baik yang ada di Kota Pontianak maupun di kota dan kabupaten lainnya se-Kalbar. “Kita mau para penggiat UMKM jeli dalam melihat even besar yang bisa meraup keuntungan namun tetap mengedepankan produk yang menyehatkan dan hieginitas menggunakan bahan-bahan yang tidak mengandung kimiawi yang berbahaya bagi konsumen, harganya terjangkau dan produknya berkualitas,”ujar Suherman.

Salah satu penggiat UMKM berbasis kekhasan Kota Pontianak yaitu aloevera, Ny. Sunani dengan nama produk Isun Vera yang memproduksi minuman lidah buaya, amplang, camilan, jelly, coklat, nastar berbahan dasar lidah buaya, mengatakan pihaknya berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi permintaan pasar terkhusus even Pesparawi Nasional ke XII nanti. “Isun Vera mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Kota Pontianak untuk mengikutsertakan produk kuliner berbasis tanaman lidah buaya untuk mengharumkan nama Kota Pontianak,”Ujar Sunani.

Sementara itu, Sulastri yang lebih dikenal dengan produk Niki Enak memproduksi camilan ikan bilis, ikan teri, keripik tempe juga mengemukakan hal yang sama. “Produksi kita terganggu paling disebabkan pasokan bahan baku saja,”ujar Sulastri. Khusus camilan ikan bilis dan ikan teri, sangat tergantung dengan nelayan. Sedangkan nelayan sangat tergantung dengan cuaca.

Tetapi untuk even Pesparawi Nasional XII ini baik Isun Vera dan Niki Enak serta para penggiat UMKM sektor kerajinan tangan dan tenun lainnya mengaku siap mengantisipasi lonjakan pasar terkait Pesparawi Nasional ke XII ini.

Resny Chrisviany D, SE selaku Konsultan Pendamping Bidang Produksi PLUT KUMKM Prov. Kalbar seusai melakukan kunjungan on the spot kepada sejumlah penggiat UMKM mengemukakan, pihaknya melihat ada antusiasme para penggiat UMKM untuk turut menyusekseskan kegiatan Pesparawi Nasional ke XII nanti. “Yang kami tekankan dari produk yang dibuat para penggiat UMKM binaan adalah produk yang berkualitas, hieginis dan mengangkat kekhasan Kota Pontianak khususnya dan Kalimantan Barat umumnya,”ujar Resny.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *