Pekerja Wajib Lindungi Diri Dengan BPJS Ketenagakerjaan

PONTIANAK- Untuk menjamin keselamatan, kesehatan dan keamanan dalam bekerja, setiap orang termasuk orang asing yang bekerja di Indonesia paling singkat enam bulan, wajib menjadi peserta program jaminan sosial.

Adapun jaminan sosial tersebut mencakup jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua dan jaminan pensiun. “Namun jika pekerja atau penggiat UMKM minimal dapat melindungi dirinya dari jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian,”ujar Sukma Arna Saputra  selaku Staff Perluasan Kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kota Pontianak, Selasa 3 April 2018 di Gedung PLUT Kalbar, Pontianak.

Dihadapan 30 anggota Koperasi Karya Bersama Baret Merah (KKBM) tersebut Sukma Arna Saputra menjelaskan, yang dimaksud jaminan kecelakaan kerja adalah kecelakaan yang terjadi akibat hubungan kerja, termasuk penyakit yang timbul karena hubungan kerja. Demikian pula kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan berangkat dari rumah menuju tempat kerja dan pulang ke rumah melalui jalan yang biasa atau wajar dilalui. “Suatu kasus kenyataan sebagai kasus kecelakaan kerja apabila terdapat unsur ruda paksa yaitu cedera pada tubuh manusia akibat suatu peristiwa atau kejadian, seperti terjatuh, tertabrak, dan lain-lain,”ujar Arnas.

Adapun pelayanan yang difasilitasi diantaranya pemeriksaan dasar dan penunjang, perawatan tingkat pertama dan lanjutan, rawat inap kelas I Rumah Sakit Pemerintah atau  Rumah Sakit Swasta yang setara, perawatan intensif, penunjang diagnostik, pengobatan, pelayanan khusus : ortose, protesa, alat kesehatan dan implant, jasa dokter/medis, operasi, transfusi darah, rehabilitasi medik. “Sedangkan pelayanan di fasilitasi pelayanan kesehatan yang tidak atau belum bekerjasama dengan BPJS dapat dilakukan dencan cara reimbursement,”ujar Arnas.

Sedangkan jaminan kematian yang dimaksud adalah peserta yang meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja, dimaksudkan untuk meringankan beban keluarga baik dalam bentuk biaya pemakaman maupun santunan berupa uang.

“Sebagai pekerja mandiri seperti disektor penggiat UMKM, jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian yang ditaksir jumlah setorannya sekitar Rp 10.000 – Rp 20.000 per bulan seyogyanya tidak memberatkan, jika kita menilai manfaatnya,”ujar Arnas.

Sementara itu Sahiruddin selaku Konsultan PLUT Bidang Pembiayaan dalam kesempatan terpisah mengemukakan, Gedung PLUT juga memberi kemudahan bagi penggiat UMKM untuk mendaftarkan dirinya di program BPJS ketenagakerjaan, pada hari dan jam kerja.

Esti Suhesti SH MH selaku Ketua Koperasi KKBM dalam kesempatan tersebut mengemukakan pihaknya senantiasa selalu mengingatkan agar para anggota koperasinya mengutamakan keselamatan, kesehatan dan keamanan dalam bekerja terutama adalah menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *