PLUT Kalbar 2018 Fokus Peningkatan Daya Saing KUMKM

PONTIANAK- Sejak Maret 2014 sampai dengan akhir tahun 2017, seluruh kegiatan para konsultan Center for Integrated Services of SMEsCo, Pusat Layanan Usaha Terpadu – Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT KUMKM) Prov. Kalbar berorientasi membangun kemitraan strategis dengan stakeholder yang reputable, membangun kolaborasi, inisiatif program tutorial, melakukan identifikasi & monitoring, membangun kapasitas dan kompetensi konsultan, membangun jaringan ekspose, publikasi dan ke-IT-an dalam upaya meningkatkan kegiatan UMKM siap Naik Kelas.

Namun memasuki tahun 2018 sebagaimana tertuang dalam “milestone PLUT Kalbar 2018 – 2022”, kegiatan PLUT Kalbar berorientasi memelihara kemitraan strategis dengan stakeholder yang reputable, memelihara kolaborasi, meningkatkan inisiatif program tutorial, mempertajam analisis & monitoring, meningkatkan kapasitas,  kompetensi & kaderisasi konsultan, memelihara jaringan ekspose, publikasi  dan ke-IT-an agar penggiat Koperasi dan UMKM Kalbar Naik Kelas.

Demikian dikemukakan Suherman selaku Koordinator Center for Integrated Services of SMEsCo, Pusat Layanan Usaha Terpadu – Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT KUMKM) Prov. Kalbar, Sabtu 13 Januari 2018, seusai melaksanakan Rapat Internal Pembahasan Program Kerja PLUT Kalbar 2018, di Gedung PLUT Kalbar, Jl. Sultan Syahrir, Pontianak Selatan, Kalimantan Barat.

Dikemukakan Suherman, perubahan paradigma milestone PLUT Kalbar dari semula “membangun” (Maret 2014 – 2017) menjadi paradigma milestone “memelihara” (2018 – 2022) ini sesungguhnya ingin menyelaraskan hasil identifikasi analisis SWOT (kekuatan/strength, kelemahan/weaknesses, peluang/opportunities, dan ancaman/threats terkait keberadaan dan kegiatan  PLUT Kalbar sebagaimana yang diharapkan Pemerintah RI cq Kementerian Koperasi UKM dan Dinas Koperasi UKM Prov. Kalbar.

PLUT Kalbar menggunakan pendekatan milestone ini sesungguhnya ingin agar setiap penggiat KUMKM mendapat tanda fase atau tahapan tumbuh-kembang dalam mencapai visi dan misi PLUT Kalbar sendiri.

Sebagaimana diketahui visi PLUT Prov. Kalbar “Menjadi Pusat Layanan Terpadu yang Memampukan Koperasi dan UMKM dalam Mengembangkan Potensi Unggulan Daerah”. Keberadaan PLUT Prov. Kalbar ini sesungguhnya mengemban misi (1) menjadi pendamping dan pembina yang dapat memberikan solusi permasalahan pada KUMKM (centre for problem solving); (2) Menjadi mediator dan sumber informasi yang dapat memberikan rujukan yang tepat pada KUMKM untuk mendapatkan solusi yang spesifik (centre of referral); (3) Menjadi etalase dan sumber  inspirasi yang dapat menghadirkan praktik terbaik dari pengembangan KUMKM (centre for best practice); (4) Menjadi pusat jejaring bisnis dan membangun kemitraan baik dengan sesama PLUT-KUMKM seluruh Indonesia maupun dengan para pihak yang berkompeten (centre for networking); (5) Menjadi pusat layanan terbaik dengan mengedepankan kualitas dampingan (centre of service for good quality).

Menurut Suherman, sebuah milestone yang efektif  mengutip Chirst LeCompte dalam The 10 Traits of Highly Effective Project Milestones, harus  memenuhi kriteria: Specific, dalam arti ruang lingkupnya jelas; Measurebale, dalam arti dapat diukur untuk menentukan apakah tahapan tersebut bisa dinyatakan selesai atau tidak selesai; Attainable, dalam arti dapat diselesaikan kurun waktu yang tersedia; Relevan, dalam arti terkait dengan ruang lingkup pekerjaan; Timely, dalam arti ditentukan tanggal awal dan tanggal akhir penyelesaian; Open, dalam arti terbuka mudah dipahami oleh berbagai pihak; Small, dalam arti tidak terlalu rumit; Assignable, dalam arti dapat ditentukan dengan mudah pihak atau bagian yang bertanggungjawab atas pencapaian milestone; Progressive, dalam arti pencapaian suatu milestone adalah awal dari pelaksanaan milestone berikutnya; Significant, dalam arti ruang lingkup milestone tidak terlalu kecil sehingga tidak terlalu banyak milestone yang harus dibuat.

Suherman menegaskan, seluruh kegiatan PLUT Kalbar mulai tahun 2018 seluruhnya base on competence, base on budget, based on measurable dan  responsibility matrix nya dapat dilihat dari peran konsultan pada bidang-bidangnya masing-masing yaitu konsultansi pendampingan bidang pemasaran, konsultansi pendampingan bidang kelembagaan, konsultansi pendampingan bidang produksi, konsultansi pendampingan bidang SDM, konsultansi pendampingan bidang IT, konsultansi pendampingan bidang pembiayaan, konsultansi pendampingan bidang jaringan kerjasama.

Sedangkan komoditi yang menjadi perhatian selain kegiatan home industry juga kegiatan penggiat KUMKM yang terkait teknologi tepat guna pemanfaatan hasil-hasil turunan dari sektor pertanian, peternakan, perkebunan, kehutanan dan perikanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *