Herry Sidharta: KUR Tujuh Persen Tanpa Agunan Tahun 2018

PONTIANAK-Untuk mendukung, membina dan meningkatkan daya saing para penggiat UMKM, mulai  Tahun 2018 pihak PT. BNI (Persero) Tbk memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa agunan sebesar Rp 5 juta – Rp 25 juta, dengan bunga 7 persen.

Keputusan menurunkan suku bunga pinjaman KUR dari yang sebelumnya 9 persen menjadi 7 persen bagi para penggiat UMKM tersebut adalah bukti keberpihakan dan kepedulian PT. BNI (Persero) Tbk agar para penggiat UMKM semakin bergairah untuk mengembangkan usahanya.

Demikian dikemukakan Herry Sidharta selaku Wakil Direktur Utama PT. BNI (Persero) Tbk, Jumat 22 Desember 2017, seusai membuka Workshop UMKM yang bertema “Manajemen Keuangan Usaha” yang diikuti 25 UMKM RKB PT. BNI (Persero) Tbk Pontianak di Gedung Center for Integrated Services of SMEsCo, Pusat Layanan Usaha Terpadu – Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT KUMKM) Prov. Kalbar, Jl. Sutan Syahrir, Pontianak.

Menurut Herry Sidharta, sebagai upaya pemberdayaan ekonomi kerakyatan, khususnya bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah, Kementerian BUMN bersama perusahaan milik negara membangun RKB sebagai rumah bersama untuk berkumpul, belajar dan membina para pelaku UKM agar menjadi UKM Indonesia yang berkualitas.

RKB BNI mendampingi dan mendorong para pelaku UKM dalam menjawab tantangan utama pengembangan usaha UKM dalam hal Peningkatan kompetensi, Peningkatkan Akses Pemasaran dan Kemudahkan akses Permodalan.

Sementara itu Suherman selaku Koordinator Center for Integrated Services of SMEsCo, Pusat Layanan Usaha Terpadu – Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT KUMKM) Prov. Kalbar yang bermitra dengan RKB BNI mengemukakan, kerjasama dalam meningkatkan UMKM agar berkualitas semacam ini patut dicontoh. “Jaman ini yang kita kedepankan adalah kerja berjaringan dengan sebanyak mungkin para pihak yang mempunyai kepedulian dengan para penggiat UMKM,”ujar Suherman.

Petrus Suhardi, Kepala Head Area Regional Kalimantan Barat PT. BNI (Tbk) mengajak mitra-mitra binaannya yang tergolong usaha kecil dan menengah untuk terlibat aktif dalam RKB yang keberadaannya satu atap dengan Kantor Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Prov. Kalbar, di Jl. Sutan Syahrir, Pontianak.

Mitra-mitra binaan yang aktif di RKB ini mendapat pembinaan untuk mengembangkan diri sebagai bagian dari Digital Economy Ecosystem. Kapasitas pada mitra binaan dalam mengembangkan peluang usaha melalui pasar digital atau e-commerce diharapkan dapat meningkatkan, dan menjadikan pelaku usaha ini menjadi UMKM Indonesia yang berkualitas.

Dalam kesempatan itu para penggiat UMKM binaan membuat semacam “Closed Display” barang-barang hasil produksi para penggiat UMKM di Gedung Center for Integrated Services of SMEsCo, Pusat Layanan Usaha Terpadu – Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT KUMKM) Prov. Kalbar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *