Rencana Keberlangsungan Usaha Akibat Bencana

CIS Cilacap, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia (BNPB RI) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Cilacap menggelar Temu Fasilitasi Lembaga Usaha dalam Penyusunan Business Continuity Plan. Kegiatan yang dilaksanakan pada Hari Selasa, 5 September 2017 bertempat di Hotel Dafam Cilacap. Acara tersebut dihadiri oleh 60 peserta yang terdiri dari 35 UMKM yang dikoordinasikan oleh PLUT Cilacap serta pihak Organisasi Perangkat Daerah yang terkait dengan usaha masyarakat.

"salah satu UMKM bercerita kisahnya menghadapi tsunami"

Musibah dan bencana alam bisa terjadi kapan saja, dan hal tersebut sangat tidak diinginkan oleh siapapun. Bagi para pelaku usaha, hal tersebut bisa berdampak besar. Tidak sekedar kehilangan harta maupun nyawa, namun juga usaha yang selama ini menopang kehidupan, bukan sekedar bagi keluarga tapi juga masyarakat luas. Karenanya kita juga perlu mengenal dan tanggap terhadap bencana yang kemungkinan terjadi di sekitar kita. Sebagaimana diungkapkan oleh Tri Komara, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Wilayah Kabupaten Cilacap kerap berpengalaman dengan kejadian bencana alam; gempa bumi, banjir, longsor maupun tsunami. Dalam penanggulangan bencana bagi lembaga usaha perlu kerjasama dan dukungan dari berbagai pihak; pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Dalam paparannya, Ir. Karimudin, MM., AsDep Perlindungan Usaha Kementrian Koperasi dan UKM RI, menjelaskan bahwa Kemenkop telah menyusun MoU dengan BNPB RI terkait penanganan kepada lembaga usaha yang menjadi korban bencanan alam, dengan penyusunan Rencanan Keberlangsungan Usaha (Business Continuity Plan). Selain itu, beliau juga menyampaikan tentang perijinan usaha bagi usaha mikro dan kecil yakni IUMK yang cukup dibuat di kecamatan. Kemenkop juga sudah memfasilitasi lembaga pendampingan usaha dengan keberadaan PLUT di berbagai daerah, salah satunya yakni Cilacap.

Pada sesi kedua, dihadirkan dari Tim BNPB terkait penyusunan BCP. Pelaku usaha juga harus jeli, paling tidak sebagai preventif mau untuk mengasuransikan usahanya. Sebagai contoh kasus, adalah bagaimana para peternak sapi perah di Boyolali dan Kaliurang bisa bertahan dan bangkit kembali menyambung keberlangsungan usahanya. Atau juga kisah para petani buah salak di Magelang, pasca erupsi gunung merapi.

Dalam sesi tersebut juga salah satu dari UMKM Cilacap diberi kesempatan bercerita tentang pengalamannya terkena dampak bencana tsunami Cilacap beberapa tahun silam.[fz]

One thought on “Rencana Keberlangsungan Usaha Akibat Bencana

  • September 30, 2017 at 5:32 pm
    Permalink

    Luar biasa gan……

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *