Uji Coba Produk Dodol Nanas Malaya Pineapple Center

PONTIANAK- Hasil perkebunan nanas/Ananas comosus (L.) Merr.) yang terletak di wilayah administrasi Desa Sungai Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, mulai membuat uji coba produk olahan nanas menjadi manisan dodol.

Adapun yang dikritisi adalah aspek pengorganisasian rukun/warga, aspek produksi hulu, aspek pembiayaan hulu, aspek pembiayaan hilir, aspek pengolahan produksi hilir, aspek pengemasan/packaging dan aspek pemasaran.

Uji coba pengolahan nanas menjadi manisan dodol berbahan dasar buah nanas ini didiskusikan secara khusus oleh Resni Chrisviani selaku konsultan bidang produksi,  Muhammad Sahiruddin selaku konsultan bidang pembiayaan, Anton Juniardy selaku konsultan bidang SDM, Suherman selaku konsultan bidang pemasaran, dan Abdul Husaini selaku konsultan bidang  kelembagaan, Kamis 27 April 2017 di Ruang Rapat Gedung PLUT Prov. Kalbar, Jl. Sutan Syahrir No.5, Kelurahan Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78116.

Sebagaimana diketahui meskipun ada keterbatasan sumber daya, PLUT Prov. Kalbar berinisiatif menjadikan Desa Malaya untuk dijadikan Malaya Pineapple Center (MPC) dengan memadukan beberapa aspek “hulu” dan “hilir”. Wilayah Desa Sungai Malaya luasnya lebih kurang 14.800 hektar dengan jumlah penduduk lebih kurang 3.546 (tiga ribu lima ratus empat puluh enam)  jiwa atau 1.273 (seribu dua ratus tujuh puluh tiga) kepala keluarga.

Dalam skema one village on product (OVOP) yang merepresentasikan kegiatan “hulu” dan “hilir” secara terpadu tersebut, diharapkan ada keterkaitan dan keterpaduan dengan sekolah lapang, agrobisnis, agrowisata dan eduwisata. Oleh karena itu, PLUT Prov. Kalbar menjajaki kemungkinan kawasan Malaya untuk dijadikan Pineapple Center dalam kerangka “participatory rural appraisal” melalui preliminary survey.

Dari hasil diskusi terhadap produk hilir dodol nanas yang dijadikan makanan camilan tersebut dikemukakan beberapa rekomendasi seperti, kepastian bahan baku buah nanas dari petani binaan.  Alih ketrampilan dalam pengolahan dodol nanas dikalangan perempuan penggiat home industri nanas olahan, harus ditingkatkan lagi agar rasa nanasnya yang diutamakan. Tampilan kemasan sudah sesuai dengan keinginan konsumen. Namun yang masih perlu dijajaki adalah aspek pemasaran dan penjajakan kerjasama dengan lembaga perekonomian lain untuk memastikan produksi dodol nanas secara berkelanjutan dengan tetap mengusung konsistensi penamaan MPC sebagai kawasan yang memadukan aspek hulu dan hilir sebagai pembeda dari kegiatan sejenis yang mungkin sudah ada ditempat lain.

Participatory rural appraisal  untuk menjadikan MPC yang terletak di Desa Sungai Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang,  Kabupaten Kubu Raya agar memiliki OVOP seharusnya mendapat dukungan stakeholder strategis yang reputable untuk mewujudkannya.

Oleh karena itu Suherman selaku Koordinator PLUT Prov. Kalbar mengajak agar instansi terkait lainnya, sektor swasta, LSM, Perguruan Tinggi dan perbankan untuk ikut berpartisipasi mewujudkan keinginan masyarakat Desa Malaya memiliki OVOP tanaman nanas/Ananas comosus (L.) Merr.) menjadi produk unggulan, yang patut dibanggakan masyarakat Kalimantan Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *